Amorilitas di Negeri Moralis


Muhammad Yasir

Wajah yang Hilang sudah terbit seminggu setelah kelahiran Ruhi Shasta Mantikei, anak keduaku. Dua peristiwa kelahiran yang menegangkan, karena keduanya sama-sama lahir di negeri moralis, di mana kehidupan dan orang-orang hidup serupa dadu dan kartu, yang dibagikan di meja judi.

Sebelumnya aku telah mengunggah potongan demi potongan tulisan tentang Wajah yang Hilang sebagai tanggungjawab morilku sebagai penulisnya. Selebihnya agar orang-orang tertarik untuk membeli buku ini sebagai pelengkap koleksi buku mereka atau teman perjalanan di mana pun.

Jantung buku ini tidak lain adalah amorilitas yang terjadi di sebuah negara yang konon dianggap menjunjung tinggi moral sebagai tolak ukur berkehidupan, baik dalam dunia pendidikan, hukum, pergerakan, dan agama. Dan, untuk hidup di dalam kondisi demikian membuatku muak.

Bagaimana sesungguhnya moral itu? Apa dasarnya? Siapa yang memilikinya dan yang tidak memilikinya? Bukankah moral itu hanya eufisme dari kenaifan belaka? Lantas untuk apa kita menggandrungi kehidupan demikian? Apakah kau dan aku menyukainya?

Namun demikian, aku pun tidak pelak menjadi bagian dari negeri ini. Karena itu, pada suatu waktu, aku menghubungi guruku di Yogya untuk menulis sebuah kata pengantar buku ini. Akan tetapi, terjadi perdebatan di sana. Dia memakiku karena dianggap tidak memiliki keyakinan terhadap apa yang aku tulis.

Bahkan, dia mengatakan jika aku tidak memiliki keyakinan itu, tidak usah menulis apalagi menerbitkan buku. Dan, jika hanya ingin menggunakan orang lain sebagai pemercik seseorang untuk membeli Wajah yang Hilang, seharusnya sebagai penulis aku malu bukan main.

Terang saja. Dengan makian itu, memberiku pelajaran bahwa sebuah kata pengantar buku tidak lain ialah ketidakmampuan seorang penulis dalam membuat orang tertarik membeli bukunya, dan kenaifan seorang penulis atas apa yang dia tulis di dalam bukunya.

Kritik itu kukunyah sudah. Menjadi darah dan dagingku. Aku menjadi semakin terpacu pada keyakinan sendiri, keyakinan tanpa paksaan sebagai seorang penulis. Dan tentu saja, sekarang aku akan mendadai Wajah yang Hilang kepada orang kebanyakan, mungkin juga kau.

Untuk pemesanan, silakan hubungi Penerbit Semut Api: 0815-7221-6034 (WA).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *