MANIFESTO

: Elex, Yasir, Yuki

Hendri Yetus Siswono

tersebutlah penyuair manggung puisi
di hadapan penyuair juga
ditempik soraki pula
macam biduan penghibur
jeruk kok makan jeruk
begitu sindir sebuah iklan

pernah juga Ia menjadi bagian dari penyuair
kerap berendam di cafecafe, di gedunggedung,
di kampus. mentas panggung riuh puja puji
lalu duduk menonton penyuair lain beronani
cheer bersulang berulangulang hingga jengkang
penyuair rajin bikin acara rajin bikin pesta
onani massal agenda tunggal
rajin bikin antologi bareng
semacam pengukuhan diri sebagai penyuair
sebagai sertifikat sebagai isian biografi
sebagai eksistensi dalam dunia penyuair.

lalu di malam yang bengal
sehabis berendam di lapo
dibenturkannya kepala pada lantai aspal
dengan rasa muak yang menggelegak
lari Ia ke jalan raya, ke gang kumuh,
ke trotoar kaki lima, ke taman kota,
ke pasar menemui khalayak ramai
mendaraskan sajak di busbus kota
di warung tenda, di taman orang pacaran
katakata yang dipungut dari keringat orang miskin
derita orang gusuran luka anak jalanan
rasa sakit perkosaan. Ia kembalikan sajak
pada yang berhak. dilemparkannya maki sajak
pada kacakaca mall pengusur kaki lima
pada gedung istana sajaknya menyalak
menembus dada penindas.

Brebes, 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *