Membaca Nestapa Cinta Lebih Manis Ketimbang Seribu Kenikmatan


Erlina P. Lestari

Nestapa Cinta Lebih Manis Ketimbang Seribu Kenikmatan merupakan buku kumpulan puisi-puisi Ilahiyat Al-Hallaj, yang diterjemahkan oleh Faza Bina Al-Alim dari Diwan al-Hallaj. Dikumpulkan dan disunting oleh Kamil Mustafa Shaibi, Cetakan Ketiga, Koln, Jerman: Al-Kamel Verlag, 2007. Di Indonesia sendiri, buku ini merupakan buku cetakan pertama, yang diterbitkan oleh penerbit Circa pada bulan Agustus 2020. Berjumlah xii + 70 hlm; 12x 18 cm, dengan nomor ISBN: 978-623-7624-22-6.

Ada sekitar 67 puisi yang ditulis oleh Abu al-Mughith al-Husayn ibn Mansur al- Hallaj, tokoh besar tasawuf kelahiran Tur, Iran, sekitar tahun 858 ini. Nampak, beberapa kali dalam puisinya, Al-Hallaj menuliskan tentang al-Haq. Siapa al-Haq dan bagaimana al-Haq. Bahkan, dari pernyataannya yang terkait al-Haq ini, hidupnya harus berakhir dalam sebuah eksekusi.

Lindungilah, dan Jangan Hina Aku

Jangan hina aku, sebab hinaan begitu jauh dariku
Lindungilah aku, Tuan, sebab hanya ada satu aku
Hanya janji al-Haq sebenar-benarnya Janji
Hanya muasalku yang dimulai dengan susah payah
Siapa saja yang hendak menuliskan pesanku
Baca dan ketahuilah bahwa akulah bukti al-Haq

Bait-bait puisi dalam buku ini memiliki banyak makna. Ada yang menampakkan besarnya kerinduan, cinta, bahkan permohonan. Selain itu, ada beberapa bait puisi yang berisi tentang peringatan atau sindiran.

Ruang Terbaik

Engkaulah yang menempati hatiku seutuhnya
Tak ada satu apa pun selain engkau
Ruhku telah memahatmu pada kulit dan tulangku
Lantas apa yang bisa kuperbuat
Bila aku kehilanganmu

Wasiat

Akan kukabarkan kepada kekasihku
Telah kuarungi samudera
Namun pecah perahunya pecah
Hanya ditangan agama salib kematianku menunggu
Dan aku tak mengharapkan Batha
Atau Madinah

Puisi lain yang tak kalah menggetarkan adalah puisi tentang Allah.

Allah

Empat huruf yang meluapkan hatiku
Menghapus segala sedih dan kegundahanku
Alif menyatukan setiap ciptaan dalam keluasannya
Lam mengakhiri semesta
Lam ziyadah mengakhiri setiap ikhwal
Ha pengembaraan dan pengetahuanku

Dalam bahasa Arab, lafaz Allah itu terdiri dari 4 huruf yang coba diuraikan oleh Al-Hallaj dalam masing-masing hurufnya. Namun, bagaimanapun indahnya tiap bait puisi itu diciptakan, puisi tetaplah puisi. Ia memiliki hijabnya sendiri. Memiliki sifat multi tafsir dalam potongan-potongan persepsi yang singgah di benak para pembaca. Intinya, di sini kita harus berterima kasih kepada Faza Bina Al-Alim, yang telah memudahkan kita dalam menikmati hasil karya sufi kontroversial ini.

14 Maret 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *