MENCARI MAKNA HIDUP DIBALIK PENDERITAAN CINTA

Judul Buku : Derita Cinta Tak Terbalas
Pengarang : Iriana Stephanie
Penerbit : Jalasutra, Yogyakarta dan Bandung
Tahun terbit : 2005 Akhir
Tebal Halaman : xxiv + 164 Hlm;15x21cm
Peresensi: Denny Mizhar

Cinta tidak pernah lepas dari kehidupan manusia dan selalu asik untuk dibicarakan dan dijalani. Kerena cinta adalah fitra manusia yang perlu diluapkan. Sehingga banyak sekali cerita-ceritatentang cinta yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Dan setiap pengalaman manusia satu dan yang lainya berbeda dalam mengartikan cinta. Hal tersebut terjadi karena manusia memiliki pengalaman batin yang berbeda akan makna cinta.

Ada yang bilang bahwa cinta itu indah dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan di karenakan apa yang mereka harapkan terpenuhi lain lagi dengan seorang pecinta yangmengartikan bahwa cinta adalah penderitaan hal ini disebabkan apa yang diharapkan dari pecinta tidak terpenuhi. Dalam buku ini yang akan dibahas bukanlah pengalaman keindahan akan cintaakan tetapi penderitan bagi para pecinta dan bagaimana bisa keluar dari deritanya. Sehingga orang yang mengalami penderitaan terkadang terperosok dalam lubang hitam yang dalam, ketika maknahidup tidak didapatkan dari penderitaan yang dialaminya.

Apabila ini terjadi dan tanpa soslusi yang tepat maka penyiksaan diri yang akan dilakukan semisal bisa saja mengkonsumsi narkoba bahkan bunuh diri.Hal ini dikuatkan lagi oleh merekayang menderita dan tidak berusaha mencari jalan keluar bahwa apa yang rejadi pada dirinya adalah nasib yang tidak bepihak padanya dan akhirnya pasrah. Kepasrahan inilah yang membuat parapecinta yang merasakan derita semakin menderita ( Jasper, hal 4 ).

Jasper menklasifikasikan dalam mengatasi nasib ada tiga, pertama pasrah ketika sesuatu terjadi pada sesorang tidak ada keingginan untuk keluar dan menyelesaikan. Kedua bertahanpada kondisis ini yang hanya bisa dilakukan oleh penderita adalah bertahan terhadap kondisi dan ketiga mengatasi, dimana solusi pasti ada dan orang-orang inilah yang nantinya bisa menemukanmakna hidup.

Dengan pendekatan psikologi humanistik logoterapi, eksistesi dan fenomenologi berdasarkan keahlihan Stephani seorang psikiater yang mencoba menjawab permasalan yang dihadapipara pecinta yang mengalami derita. Sehingga bisa terbebaskan dari derita yang mengganggu mental, fisik dan jiwa para pecinta yang mengalami derita.

Pertama dibahas adalah mendifinisikan proses pembentukan cinta. Cinta itu memberi dan bukan menerima ( Erich Fromm, hal 23 ). Dalam hal ini cinta adalah kekuatan aktif dalam dirimanusia yang menyatukan dengan manusia lain sehingga kemungkinan untuk mengurangi perasaan keterasingan dan kesepian seseorang. Cinta dikatakan aktif didalamnya membentuk dengan sendirinya, dan ada empat factor pembentuknya pertama; perhatian artinya memberikan perhatian aktif terhadap kehidupan danperkembangan orang yang kita cintai, kedua; tanggung jawab diartikan suatu tindakan yang dilakukan secara sukarela berupa respon terhadap kebutuhan yang diekpresikan ataupun tidak dari orangyang kita cintai, ketiga; sikap menghormati yaitu kemampauan melihat orang yang kita cintai sebagaimana adanya, menyadari dan meneriman keberadaan dirinya yang unik, terakhir: pengetahuaanadalah seberapa kita mengetahui tentang orang yang kita cintai yang diperoleh dengan mentarnsedensikan perhatiaan kita dari diri sendiri kepada orang yang kita cintai dan melihat dari sudutpandangnya.

Dari kempat factor itulah cinta dibentuk yang nantinya bisa didapatkan cinta seutuhnya. Sehingga penderitaan tidak terjadi pada pecinta karena sudah memenuhi factor pembentukan cinta. Danitulah hakikat cinta sehingga tidak memandang selalu subyektif dan berfikir berlebihan tentang cinta.

Kedua adalah mencari makna hidup dalam penderitaan. Perlu diketahuai bahwa hidup tidak akan bisa lepas dari apa yang dinamakan penderitaan. Akan tetapi yang terpenting adalah mencari makna hidupnya. Dimana kehidupan memiliki tanggung jawab yang diproyeksikan dan tanggung jawab dari diri sendiri.

Tanggung jawab yang diprosyeksikan ini dari apa yang memproyeksikannya dalam hidupnya nanti, diantaranya proyeksi yang diajarkan agama. Mengajarkan akan kehidupan kepada umatnya dan membarikan tujuan hidup nantinya akan mengarah kemana. Tanggung jawab dari diri sendiri inilah yang ditekankan pada pembahansan kali ini dimana tangggung jawab diri sendiri berasal dari kehendak bebas menusia. Yang mengisaratkan eksistensi manusia untuk bisa menenttukan pilihan pilihan yang dihadapi. Sehingga keterjebakan dalam penderitaan bisa diatasi.

Adapun prinsip perubahan sikap yang harus dilakukan adalah pertama mengabil jarak dari gejala-gejala yang menjadi penyebab rasa putus asa dan derita. Kedua mengubah sikap-sikap yang tidak menyehatkan. Ketiga menghilangkan perasaan putus asa dan negatif terhadap apa yang dialaminya dan yang terakhir mencari makna.

Dan yang terakhir inilah yang ditekankan untuk menggali makna hidup. Dan juga perlu disadari bahwa makna hidup dapat dicari dari perjumpaan dengan seseorang walaupaun disitu terkadang terdapat penderitaan yang bisa diambil maknanya. Sehingga hidup kita selau bermakna dan terus meningkatkan pendewasaan dalam bersikap dan hidaup bersosial.

Maka dapat disimpulkan bahwa buku ini sangat menarik sekali untuk dibaca sebagai pengetahuan akan pergumulan permasalahan kehidupan dan sebagai bahan refleksi bahwa penderitaan tidak selamanya tidak dapat dipecahkan dan cinta itu indah. Apa lagi diakhir lengkap dengan contoh dalam bentuk cerita nyata yang dihasilkan penulis dari investigasi yang dihadapi beberapa orang yang dikisahkan akan pengalaman penderitaan dalam percintaan dan bagaimana mendapatkan jalan keluar dari penderitaan tersebut.

Bahwa buku tipis ini sanggat membantu bagi para pecinta yang mengalami penderitaan dengan tanpa bantuan psikiater dengan menbaca buku ini tahap demi tahap sehingga dapat diterapkan untuk menerapi diri sendiri. Bagi pembaca yang lain untuk menambah pengetahuan didisiplin psikologi.

19 Juli 2011.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *