Perbedaan Edisi Max Brod dan Teks Asli (Orginalfassung) Novel Kastil

Franz Kafka, The Castle (Das Schloss)


Sigit Susanto

Mulai bab 21 sampai 25 ini selain tak diberi judul, juga ada perbedaan terbitan yang diedit Max Brod dengan terbitan berdasar teks asli (Originalfassung).

Apa itu terbitan edisi Max Brod, adalah novel Kastil yang diedit oleh Max Brod. Setelah karya-karya Kafka terbit, ada pemikiran baru, bahkan ada pemikiran yang ekstrim, bahwa karya Kafka itu Heilig (Suci), maka naskah tersebut harus dikembalikan kepada teks aslinya (Originalfassung) seperti yang Kafka tuliskan.

Sejak terbitan baru berdasar teks asli ini, maka terbitan editan Max Brod dinyatakan kurang sempurna. Padahal edisi Max Brod sudah teranjur banyak diterjemahkan ke dalam bahasa asing lain. Maka Masyarakat Kafka di Jerman yang pernah saya mintai saran, jika orang hendak menerjemahkan ke bahasa asing, apakah perlu memakai edisi Max Brod atau edisi teks asli? Mereka menyarankan, agar kembali ke edisi aslinya.

Menurutku ada tim khusus yang menganalisis secara tepat pada naskah Kafka ini. Pertanyaannya apakah Max Brod merubah kalimat Kafka? Sejauh bacaan saya, tidak. Cuma ada 3 yang saya rasa berbeda antara dua edisi tersebut.

Pertama: Perubahan penomoran bab
Edisi Max Brod, bab 21 disebut bab XVI, bab 22 disebut bab XVII, bab 23 disebut bab XVII, bab 24 disebut bab XIX, bab 25 disebut bab XX.
Dengan kata lain, edisi Max Brod ada XX bab dan edisi teks asli ada 25.

Kedua: Pemenggalan paragraf
Max Brod memenggal paragraf yang menurut edisi teks asli masih di bab 21, Max Brod masukan paragraf yang sama di bab XVI. Akibat pemenggalan paragraf ini kadang ada beberapa bab yang tentu kalimat pembuka paragraf di tiap bab tidak sama antara edisi Max Brod dan teks asli.

Ketiga: Diksi
Saya baru menemukan satu diksi versi Max Brod berbeda dengan teks asli.
Misal: Aufwachen dan Erwachen?
Pada pembuka kalimat bab 25 versi teks asli:
Als K aufwachte (Ketika K bangun)
Pada pembuka kalimat bab 20 versi Max Brod:
Als K erwachte (Ketika K bangun).

Menurut saya, kesalahan Max Brod bisa dimaklumi. Kenapa? Karena Kafka menuliskan semua naskahnya dengan tulis tangan, sehingga untuk menginterpretasikan diksi per diksi bukan pekerjaan yang mudah. Meskipun Max Brod teman dekat Kafka.

Beruntunglah novel Kastil yang diterjemahkan oleh An Ismanto, terbitan Diva Press mengikuti versi teks asli yang paling baru.
***

Zug: 30.07.2021

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *