PENGGEMBALAAN

Taufiq Wr. Hidayat *

Sore itu, dalam suasana lebaran, saya sowan ke ndalem Kiai Sutara. Sebagai santri, saya menghaturkan permohonan maaf lahir dan batin. Beberapa orang juga hadir. Duduk di kursi Kiai Sutara yang kuno, bagi saya asik. Nyaman dan santai.

Di dinding ruang tamu Kiai Sutara terdapat wayang Punakawan, foto Gus Dur terbingkai sederhana, dan sebuah lampu antik. Kitab-kitab kuno, pemutar lagu, android, tembakau dan kopi pahit di mejanya. Buku-buku filsafat dan resensi film. Kiai penggemar film dan bola ini memang unik. Ia menguasai ilmu-ilmu pesantren dengan penguasaan yang menakjubkan. Continue reading “PENGGEMBALAAN”

Mengenal Sepak Terjang Panji Surengrana, Bupati Lamongan (1707-1723?) II

Yoks Kalachakra *

Perang Campuh KartaSura dan SuraBaya

Setelah penyerangan ke beberapa wilayah Kabupaten dilakukan oleh Panji Surengrana dan Panji kertayudha. Gresik, Sedayu, Tuban, Jipang, Japanan, Kediri hingga wirasaba sudah di kuasai oleh keduanya. Maka keraton Kartasura dan VOC bereaksi keras atas langkah makar Adipati Surabaya Arya Jaya Puspita bersama adik-adiknya, Panji Surengrana (Tumenggung Lamongan) dan Panji Kertayudha. Continue reading “Mengenal Sepak Terjang Panji Surengrana, Bupati Lamongan (1707-1723?) II”

WAJAH TASAWUF DALAM SASTRA (3)

Djoko Saryono *

Sastra sufistis atau bernafas tasawuf kental dengan tema-tema transendental atau spiritual. Tema-tema transendental atau spiritual dalam sastra bertautan dengan perkara-perkara transendental atau spiritual. Pertemuan dengan Tuhan, persatuan (kesatuan) wujud atau metaforis dengan Tuhan, kecintaan atau kemabukcintaan akan Tuhan, kerinduan akan Tuhan, ketauhidan, kesempurnaan, keselamatan, kerinduan akan Tuhan, dan kemakrifatan merupakan beberapa tema tasawuf yang spiritual yang sering digarap oleh para pernyair-sufi dan terkandung dalam sastra. Continue reading “WAJAH TASAWUF DALAM SASTRA (3)”