Pasir Retak

Afrizal Malna *
Jawa Pos, 20 Mei 2012

HUJAN turun di atas api. Suara api dan suara hujan bercampur seperti suara sungai dengan alirannya yang deras. Keduanya menjadi nyanyian cinta menjelang senja.

Hujan tak tahu kenapa api membuat warna merah jingga yang panas, api juga tak tahu kenapa hujan dipanggil hujan setiap ia turun, seperti mahluk terbuat dari air yang turun dari langit. Mereka berdua, hujan dan api itu, mengatakan: Continue reading “Pasir Retak”

Pacar Putri Duyung

Ratih Kumala *
Media Indonesia, 24 Agu 2014

TAK ada yang mencintai laut melebihi laki-laki itu. Hari itu, seperti kemarin-kemarin juga, Gede duduk di tepi laut, membiarkan tubuhnya diterpa sinar matahari, hingga mengubah kulitnya menjadi kecokelatan, rambut hitamnya menjadi kemerahan. Sepasang kaca mata hitam yang mencantol di hidungnya, membuat ia lebih nyaman memandang jauh ke samudra. Continue reading “Pacar Putri Duyung”