Anak Inkubator

Yonathan Rahardjo *
Suara Karya, 19 Jan 2008

Bayi mungil itu meringkuk di dalam inkubator. Ia bernafas cukup berat, kembang-kempisnya dadanya yang di dalam rongganya meringkuk jantung dan paru-paru. Menjadi pratanda betapa organ-organ vital bagi si anak manusia yang baru dilahirkan ibundanya itu mesti menghadapi dunia yang belum tentu ramah pada kehadirannya. Continue reading “Anak Inkubator”

Ibu Tahu Rahasiaku

Puthut EA
Kompas, 26 Agu 2007

Ketika aku turun dari angkutan, orang-orang yang mengantar jenazah Bido baru saja pulang dari kuburan. Sepintas aku melihat, di depan warung kopi Bido, masih ada tenda kecil dan jajaran kursi, juga ceceran bunga. Aku terus saja berjalan menuju rumah.

Sore ini, ibuku tidak banyak bicara. Ia hanya membuatkanku kopi, memasukkan tasku ke kamar, dan membiarkanku sendirian di teras samping. Ia tahu untuk apa aku pulang, tapi tidak bertanya mengapa aku terlambat mengikuti pemakaman. Aku juga tidak sempat bertanya, mengapa di dapur ada banyak orang, tikar tergelar di ruang tamu dan beranda depan. Mungkin akan ada arisan. Continue reading “Ibu Tahu Rahasiaku”

Kami Ingat, Markiyem

Mariana Amiruddin
Jawa Pos, 20 Mei 2007

Mereka menebangnya. Daun-daun itu kini berongga. Matahari melaluinya. Menusuk mataku. Aku tak beranjak. Timpalah semua cahayamu ke mataku. Agar aku tak melihat siapapun…

Matahari pagi menjelang siang memang ganas. Markiyem memasang kaca mata hitamnya setelah koran pagi itu diletakkan di meja teras. Mulutnya menggeram. Continue reading “Kami Ingat, Markiyem”

Jalan Soeprapto

Yetti A. KA *
Jawa Pos, 17 Feb 2008

TURUN di Simpang Lima lepaslah pandang ke arah patung kuda. Beberapa waktu lalu -aku lupa tepatnya kapan, segalanya cepat berubah, tiba-tiba aku sudah berada di tempat asing dengan segala sesuatu serba baru- bukan patung kuda itu yang berdiri di sana, melainkan patung perahu indah yang mampu membawaku ke dunia khayali; pelayaran ke pulau-pulau rempah di tengah lautan luas pada masa dulu, embusan angin menerobos batas-batas, membuat asin laut menguar di desa-desa nelayan pinggir pantai. Continue reading “Jalan Soeprapto”