YANG MEMENGARUHI APRESIASI SASTRA (12)

Djoko Saryono *

Sebelumnya sudah diulas pengalaman sebagai satu faktor yang memengaruhi apresiasi sastra. Ikut juga memengaruhi kecenderungan mekanisme proses keberlangsungan apresiasi sastra beserta varian-variannya ialah pengetahuan-pengetahuan yang dimiliki oleh pengapresiasi. Kekayaan, keanekaragaman, kedalaman, keluasan, dan kebermaknaan pengetahuan pengapresiasi memengaruhi proses keberlangsungan apresiasi baik kecenderungan maupun varian-variannya. Pengetahuan yang dimaksud di sini bermacam-macam, antara lain sebagai berikut. Continue reading “YANG MEMENGARUHI APRESIASI SASTRA (12)”

YANG MEMENGARUHI APRESIASI SASTRA (11)

Djoko Saryono *

Sudah diungkapkan sebelumnya bahwa proses keberlangsungan apresiasi sastra dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu karya sastra dan pengapresiasi sastra. Bagaimanapun dalam batas-batas tertentu karakteristik karya sastra memengaruhi proses berlangsungnya apresiasi sastra. Napas atau paham dalam karya sastra (misalnya, eksistensialisme, pantheisme, romantisme, ekspresionisme, psikologisme, dan pascamodernisme), penceritaan (misalnya, waktu cerita, teknik montase, kolase, dan asosiasi), struktur dan atau tekstur karya sastra Continue reading “YANG MEMENGARUHI APRESIASI SASTRA (11)”

KEANEKARAGAMAN PROSES KEBERLANGSUNGAN APRESIASI SASTRA (10)

Djoko Saryono *

Proses berlangsungnya apresiasi sastra sangat beraneka ragam, bukan seragam; jadi, terdapat beraneka ragam proses berlangsungnya apresiasi sastra. Hal ini disebabkan oleh empat hal berikut ini. Pertama, apresiasi sastra sebagai fenomena subjektif, eksistensial, idiosinkretis, dan momentan memiliki tingkat keumuman dan kerampatan (kegeneralan) yang relatif rendah. Misalnya, proses apresiasi yang dilakukan oleh Rindang Kasih atas karya Javid Namah (Mohamad Iqbal) Continue reading “KEANEKARAGAMAN PROSES KEBERLANGSUNGAN APRESIASI SASTRA (10)”

PRASYARAT KEBERLANGSUNGAN APRESIASI SASTRA (9)

Djoko Saryono *

Apresiasi sastra tidak dapat berlangsung secara tiba-tiba dan serta-merta. Ada prasyarat-prasyarat yang menentukan dapat berlangsung tidaknya. Hal ini berarti ter-dapat unsur penentu yang menjadi conditio sine qua non untuk keberlangsungan apresiasi sastra. Tanpa unsur penentu ini mustahil apresiasi sastra dapat berlangsung. Unsur penentu yang dimaksud adalah (i) karya sastra, (ii) pengapresiasi sastra, dan (iii) kontak karya sastra dengan pengapresiasi sastra. Continue reading “PRASYARAT KEBERLANGSUNGAN APRESIASI SASTRA (9)”

KEHADIRAN APRESIASI SASTRA (8)

Djoko Saryono *

/0/
Kita bisa mendapatkan tiga keberadaan atau kehadiran apresiasi sastra. Pertama, ada umumnya kita merasa yakin bahwa sesuatu yang dinamakan apresiasi sastra itu hadir secara substansial dan mandiri walaupun kita belum mengetahui sosok dan jati dirinya secara tegas. Kedua, pada umumnya kita merasa yakin bahwa apresiasi sastra berbeda dan dapat dibedakan dengan, misalnya, kritik sastra dan penelitian sastra. Kemudian ketiga, apresiasi sastra merupakan sosok tersendiri dalam dunia (penghadapan) sastra atau dunia penggaulan sastra yang harus diakui dan diabsahkan. Continue reading “KEHADIRAN APRESIASI SASTRA (8)”