POLITIK KEBUDAYAAN

Maman S Mahayana *

Seniman sejati berkarya lantaran desakan hati nurani. Reputasi, kebesaran, dan popularitasnya, pertama-tama sangat ditentukan oleh kualitas karyanya. Maka sesiapa pun dia, dengan ideologi apa pun, dan dengan latar belakang kebudayaan mana pun, tetap akan sampai pada prestasi yang reputasional, jika ia berhasil membangun kualitas karyanya menjadi monumen! Tanpa kualitas, ia hanya akan menjadi pelengkap, medioker, dan namanya tercatat dalam sebuah senarai dengan urutan angka dan daftar karya, tanpa torehan stabilo, tanpa peristiwa. Continue reading “POLITIK KEBUDAYAAN”

Teater Mandiri

Putu Wijaya
putuwijaya.wordpress.com

Teater Mandiri didirikan di Jakarta pada 1971. Kata mandiri berasal dari bahasa Jawa, yang dipopulerkan oleh Professor Djojodigoena dalam kuliah sosiologi di Pagelaran, Yogyakarta, pada tahun 60-an. Artinya orang yang sanggup berdiri sendiri, namun juga bisa bekerjasama dengan orang lain. Kata itu nampak sangat dibutuhkan dalam pembangunan kepribadian/jatidiri bangsa,di era lepas dari penjajahan phisik namun masih digondel banyak hambatan secara mentalitas.. Continue reading “Teater Mandiri”

Suratan Hati, dari H.B. Jassin sampai Sastra-Indonesia.com


Nurel Javissyarqi *

Maaf, jika kata-kata dalam tulisan ini seruduk lompat-melompat radak ganjil. Karena disaat menuliskannya sedang sakit kepala, oleh kelelahan berposting ria. Seperti biasa, sakit ringan saya anggap bagian dari gejala keabadian. Yang menerbitkan keyakinan atas kesaksian bertutur kata; kalau kelak kan ada para penyimaknya. Ini sepaham sajaknya Subagio Sastrowardoyo dalam antologi “Simphoni” (Pustaka Jaya 1971), yang bertitel ALI BABA: Continue reading “Suratan Hati, dari H.B. Jassin sampai Sastra-Indonesia.com”

Konsep

Putu Wijaya
http://putuwijaya.wordpress.com/

Kesenian adalah salah satu alat untuk mencurahkan makna, agar bisa ditumpahkan kepada manusia lain secara tuntas. Seperti sebuah baskom ia menampung darah yang keluar dari leher seniman yang menggorok dirinya, menggorok orang lain, situasi, problematik, lingkungan, misteri, makna-makna yang berserak, menempel, terapung, bersembunyi di mana-mana. Continue reading “Konsep”