PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (19)

: Sejarah Sastra Indonesia yang Maskulin?
Djoko Saryono

Gambaran ketimpangan peran gender – yaitu ketidakseimbangan hubungan peran gender maskulin dengan peran gender feminin – dalam historiografi sastra Indonesia tersebut mengakibatkan timbulnya kesan atau anggapan bahwa perempuan Indonesia tak berbakat dan cocok menjadi sastrawan Indonesia. Anggapan ini demikian meluas dalam dunia kesusastraan Indonesia. Continue reading “PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (19)”

PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (18)

: Sejarah Sastra Indonesia yang Patriarki?

Djoko Saryono

Terlepas dari persoalan titimangsa atau mula sastra Indonesia, yang masih perlu didiskusikan lebih lanjut, satu kenyataan gamblang yang harus kita lihat dalam kerangkan penulisan sejarah sastra Indonesia ialah kenyataan bahwa kaum perempuan Indonesia telah berpartisipasi aktif atau proaktif dalam dunia sastra Indonesia. Continue reading “PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (18)”

PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (17)

: ILMU BANTU DALAM SEJARAH SASTRA

Djoko Saryono *

Pada umumnya buku-buku sastra baik ilmu sastra maupun sejarah sastra senantiasa menempatkan sejarah sastra dan historiografi sastra termasuk sejarah sastra Indonesia dalam kerangka ilmu sastra. Banyak buku ilmu sastra — termasuk buku ilmu sastra yang banyak dipakai dan diikuti di Indonesia — meletakkan dan mengklasifikasikan sejarah sastra dan historiografi sastra sebagai cabang ilmu sastra. Jadi, sejarah sastra dan penulisan sejarah sastra semata-mata urusan ilmu sastra. Continue reading “PENULISAN SEJARAH SASTRA INDONESIA (17)”