Pengarang Tionghoa dalam Konstelasi Kesusastraan Indonesia

Jemi Batin Tikal *
kreskit.pbsi.uad.ac.id, 3 Sep 2019

Karya sastra peranakan Tionghoa di masa lampau tercecer dan tak tercatat dalam sejarah kesusastraan Indonesia, sedangkan pengarang dan karya sastra peranakan Tionghoa di masa kini sulit diidentifikasi sebab telah berganti nama-nama yang terdengar seperti nama Indonesia dan melebur menjadi bangsa Indonesia. Di sisi lain, etnis Tionghoa jadi kehilangan identitas (baca: nama) mereka dan hilangnya identitas ini akan menyulitkan pencarian dan penelusuran kontribusi mereka bagi pembangunan bangsa Indonesia, khususnya dalam hal sastra. Continue reading “Pengarang Tionghoa dalam Konstelasi Kesusastraan Indonesia”

PARAKITRI DAN KHO PING HOO

Jansen H. Sinamo
Kompas, 3 Juli 2005

Menurut Ali Sadikin buku Cucu Wisnusarman kumpulan kolom Parakitri T Simbolon memiliki nilai edukatif yang tinggi karena mengangkat dan menggambarkan secara baik realitas dan problem sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Cucu Wisnusarman juga menjelaskan sebab-musababnya, yaitu kultur dan perilaku budaya yang masih didominasi oleh feodalisme, Continue reading “PARAKITRI DAN KHO PING HOO”