5 WTS Gagal Baca Sajak di TIM, Komentar H.B. Jassin dan Abdul Hadi W.M.

Jakarta (Suara Karya), 23 Juli 1984

Lima orang WTS (Wanita Tuna Susila) dari berbagai lokalisasi di Jakarta yang disiapkan untuk membacakan sajak karya F. Rahardi berjudul “Soempah WTS” di Teater Tertutup TIM Senin malam lalu, terpaksa batal membaca sajak itu. Hal ini disebabkan adanya larangan secara tertulis dari Ketua Dewan Pekerja Harian Dewan Kesenian Jakarta, Toety Heraty Noerhadi, yang mendadak disampaikan kepada F. Rahardi pada Sabtu malam lalu. Continue reading “5 WTS Gagal Baca Sajak di TIM, Komentar H.B. Jassin dan Abdul Hadi W.M.”

HERMENEUTIK MODERN, DARI SAKUTARO KE KUNTOWIJOYO

Abdul Hadi W.M.
elpoesya.wordpress.com

Apabila kita berbicara tentang teori sastra, khususnya pada masa sekarang ini, selalu yang muncul dalam kepala kita ialah teori yang muncul dan hanya berkembang di Barat. Seakan-akan hanya teori para pakar Barat sajalah yang relevan dan tepat guna dalam menyusun berbagai bentuk kritik sastra dan memahami gejala-gejala sastra. Sering kita lupa bahwa tidak semua teori dari Barat itu siap pakai dan bisa bekerja dengan baik dalam menghadapi gejala-gejala sastra yang timbul di Asia, atau di Indonesia pada khususnya. Hal ini disebabkan karena kita kurang menyadari bahwa di belakang teori itu ialah pemikiran dan pandangan hidup yang tengah berkembang di Barat, yang berbeda dengan pemikiran dan pandangan hidup yang tengah berkembang di negeri kita. Continue reading “HERMENEUTIK MODERN, DARI SAKUTARO KE KUNTOWIJOYO”

ABDUL HADI WM: MENEROKA SUFISME *

Maman S Mahayana
elpoesya.wordpress.com

Jagat tasawuf bagaikan kisah para aulia yang berada di alam gaib nun jauh di sana di dunia entah-berantah; eksklusif dan konon, cuma segelintir makhluk manusia yang dapat memasukinya. Kaum sufidalam kehidupan kesehariannya yang zuhud, berada setingkat di bawah malaikat, dan tujuh tingkat di atas manusia biasa yang masih bergulat dengan urusan syahwat duniawi. Kehidupan kaum sufi adalah kisah para pertapa, jagatasketisisme yang cuma mengurusi perkara menyiapkan bekal untuk akhirat. Continue reading “ABDUL HADI WM: MENEROKA SUFISME *”

Dan Fenomena Presiden Penyair Daerah sebagai Dagelan Populer?

Nurel Javissyarqi

Tentu kita tahu sebutan presiden penyair Indonesia tersemat dari-padanya Sutardji Calzoum Bachri. Kredonya yang fenomenal itu meluas mempengaruhi banyak penyair serta kritikus (… dengan kredonya yang terkenal itu, Sutardji memberikan suatu aksentuasi baru kepada daya cipta atau kreativitas, Ignas Kleden endosemen di buku Isyarat, lalu lihat buku Raja Mantra Presiden Penyair, 2007). Sehingga di puncak ketenarannya, SCB tidak segan-segan menyelewengkan ayat-ayat suci; Qs. Asy-Syu’ara, 224-227 (baca buku saya MTJK SCB, 2011). Continue reading “Dan Fenomena Presiden Penyair Daerah sebagai Dagelan Populer?”