Poros Paradigmatik Bahasa Afrizal Malna

Acep Iwan Saidi
cetak.kompas.com

BAHASA selalu merupakan hubungan antara penanda (”signifier”) dan petanda (”signified”). Tidak ada kaitan antara kata (bahasa) dan realitas di luar dirinya. Kata-kata diletakkan pada struktur (sistem) dan membangun makna karena relasinya dengan kata lain. Ini berarti strukturlah yang penting, bukan kata itu sendiri. Continue reading “Poros Paradigmatik Bahasa Afrizal Malna”

Sterilisasi Bahasa

Acep Iwan Saidi*
Pikiran Rakyat, 5 Mei 2007

ESAI saya bertajuk “Matinya Bahasa Sunda” yang dimuat pada lembar budaya ini (Khazanah, 17/02/2007) mendapat banyak tanggapan meskipun tidak dalam bentuk tulisan di media. Dari semua tanggapan itu bisa disimpulkan bahwa tulisan tersebut disikapi secara mendua: diterima, tetapi sekaligus dipersoalkan. Oleh sebab itu, kiranya perlu sekali lagi ditegaskan apa yang saya pikirkan tentang bahasa Sunda tersebut. Continue reading “Sterilisasi Bahasa”