Boneka Aksi Isa Ansory

Afnan Malay*
http://www.jawapos.com/

Galeri Canna, Jakarta, sejak 23 April hingga 9 Mei 2010 menghelat pameran tunggal perupa Kota Batu Isa Ansory. Pada pameran kali ini, Isa menyertakan 22 lukisan akrilik buatan 2008 dan 2009, rata-rata berukuran 150 x 200 cm, berwarna cerah atau perpaduan warna-warna kontras. Kesemuanya, boneka-boneka Isa, nyaris menjelma sebagai sosok manusia. Continue reading “Boneka Aksi Isa Ansory”

Estetika Para Perupa Komik

Afnan Malay *
jawapos.com

Pada 22-30 Maret lalu, bertempat di Galeri Nasional, Jakarta, Andi’s Gallery menjadi tuan rumah pameran bertajuk The Comical Brothers. Sebanyak 22 perupa -seharusnya 25, tetapi Samuel Indratma, Ahmad Thoriq, dan Decky Leos berhalangan- dikuratori Bambang “Toko” Witjaksono dan Grace Samboh memajang aneka rupa karya komikal. Antusiasme pengunjung, umumnya anak-anak muda, tampak saat pembukaan pameran itu. Continue reading “Estetika Para Perupa Komik”

Frida Kahlo Menghela Kadafi

Afnan Malay*
http://www.jawapos.com/

NADI Gallery, Jakarta, 2-17 Maret 2010, mengadakan pameran tunggal Kadafi Gandhi Kusuma bertajuk Membaca Frida Kahlo # 2. Sebanyak 16 lukisan apropriasi dipajang -yang berasal dari foto pribadi atau gubahan atas lukisan Frida- dominasi warna kusam yang memikat. Perhelatan dengan tema yang persis sama pernah dilakukan Nadi pada 2001. Apa yang istimewa dari pameran kali ini? Continue reading “Frida Kahlo Menghela Kadafi”

Kabar Rupa dari Sakato

Afnan Malay
http://www.jawapos.co.id/

LEBIH dari seratus perupa Minang yang tergabung dalam Komunitas Seni Sakato Jogjakarta, selama 17-23 Februari 2010 bertempat di JNM (Jogja National Museum) dengan tajuk BAKABA memamerkan karya lukis, patung, dan instalasi. Jim Supangkat, Suwarno Wisetrotomo, serta Yasraf Amir Piliang yang menulis dalam katalog setebal 355 halaman berupaya mengajak kita menyelami para perupa Sakato. Continue reading “Kabar Rupa dari Sakato”

Ketika Teddy Meringkus Perang

Afnan Malay *
jawapos.co.id

PERUPA S. Teddy D. mengawali 2010 dengan berpameran tunggal di Museum Akili, Jakarta, mulai 23 Januari hingga 7 Februari. Pameran bertajuk WAR yang ditaja oleh Ark Galerie itu menggelar 24 karya lukisan Teddy, termasuk karya tiga dimensi. Semua, bila diringkas, seperti yang juga dapat dilacaksimpulkan dalam catatan kuratorial Alia Swastika, Teddy sampai pada posisi yang sangat benderang ketika berhadapan dengan perang. Teddy sama sekali tidak menyediakan peluang untuk ditundukkan oleh narasi apa pun: ia, antiperang. Continue reading “Ketika Teddy Meringkus Perang”