”Kudeta” Jogja Biennale X

Afnan Malay *
jawapos.com

Perhelatan seni rupa dua tahunan berlabel Jogja Biennale yang kini memasuki bilangan kesepuluh (X) diselenggarakan mulai 10 Desember 2009 hingga 10 Januari 2010. Wahyudin, kurator terpilih melalui audisi yang diadakan Taman Budaya Yogyakarta (TBY), mengajukan tema Gerakan Arsip Seni Rupa Jogja. Isu itu bertujuan apik memetakan perjalanan historis -bentuk karya (pencapaian artistik) dan gerakan yang pernah digagas (konsep estetik) para perupa Jogja: kota utama seni rupa tanah air. Continue reading “”Kudeta” Jogja Biennale X”

Para Pemuja Realitas Liyane

Afnan Malay
http://www.jawapos.com/

20 Desember ini hingga 3 Januari 2010, lima perupa pengusung street art -Prayoga Satria, Janu Satmoko, Prihatmoko Catur, Riono Tanggul, dan Toto Nugroho- memamerkan 20 karya mereka di Galeri Emmitan Surabaya. Kita saksikan kanvas-kanvas yang kerasukan realitas eskapis jalanan dengan paduan realitas imajinatif komik. Bahasa visual yang sengaja dipilih sebagai perlawanan terhadap apa yang dipersangkakan estetika konvensional yang jumud. Sekaligus respons atas pagar-pagar relasi sosial yang formal (intimidatif). Continue reading “Para Pemuja Realitas Liyane”

Ke Hutan Hipokrisi Djoeari

Afnan Malay*
http://www.jawapos.com/

Mengusung tajuk Neverwhere, pameran tunggal perupa Djoeari Soebardja yang digelar Galeri Canna di Grand Indonesia, Jakarta, dibuka 31 Oktober dan berakhir 15 November lalu menampilkan karya cat minyak yang kebanyakan berukuran 140 x 190 cm. Seluruhnya menyoal deforestasi hutan. Perupa yang bermukim di Batu itu menjadi saksi rubuhnya hutan-hutan kita. Continue reading “Ke Hutan Hipokrisi Djoeari”

Gerai Realisme Ivan

Afnan Malay*
http://www.jawapos.com/

IVAN Haryanto, perupa pengusung gaya pop art, memamerkan 18 lukisan cat minyak terbarunya di Emmitan CA Gallery Surabaya, 8-22 November 2009. Kesemuanya merengkuh representasi utama kota-kota yang kini tumbuh di belahan dunia mana pun, tidak terkecuali Surabaya. Representasi itu dihadirkan Ivan melalui visiblecity berupa lanskap bangunan gigantis, pendaran gemerlap lampu kota. Dan seperti kata Wahyudin, kurator pameran, sebagai relief globalisasi (mal-mal, McDonald’s, Carrefour). Apakah Ivan menyodorkan realitas yang jengah? Continue reading “Gerai Realisme Ivan”