Kulya dalam Relung Filsafat

Bercermin pada Kalender Kearifan Leo Tolstoy
Nurel Javissyarqi Continue reading “Prolog: Nang Ning Nung, Inilah selera Kebijakanku”
Kulya dalam Relung Filsafat

Bercermin pada Kalender Kearifan Leo Tolstoy
Nurel Javissyarqi Continue reading “Prolog: Nang Ning Nung, Inilah selera Kebijakanku”
Agus B. Harianto
Kita selalu disuguhi dengan dua kata antonim tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Mortalitas yag berasal dari kata berbahasa Inggris ?mortality?, adalah ihwal yang pada akhirnya mati oleh berbagai faktor. Sedang imortalitas (immortality) berarti suatu kondisi keabadian. Atau, sesuatu yang dapat menjadi abadi. Continue reading “Mortalitas dalam Immortalitas”
Agus B. Harianto
Cermin itu telah retak. Retakannya membentuk garis tak beraturan. Layaknya pantulan petir menyambar pepohonan. Sebuah garis tak beraturan memisahkan dua sisi retakannya. Dari pojok kanan atas. Memecah keutuhan cermin hingga kiri bawah. Tak ayal lagi, bias sebelah kanan menjadi lebih tinggi. Cermin itu layak tak terpakai. Seharusnya dibuang. Untuk mengaca pun, cermin itu terasa kurang pas. Apalagi mengamati pantulan kekurangan riasan diri. Continue reading “Cermin”
Agus B. Harianto
Kampung Warna telah terukir dalam black list kepolisian setempat. Setiap intel seringkali mendapati Kartu Tanda Penduduk yang terselip dalam saku celana tahanannya menunjuk alamat kampung itu. Hingga guyonan tersendiri merebak di gedung pemerintah tersebut. Yang lebih menggembirakan lagi, mereka dapat langsung mengarahkan pencarian kala tindak kriminal terjadi di sekitar Surabaya Selatan. Sebagian besar dari penghuni penginapan mereka adalah warga kampung itu. Continue reading “Sebias Cerah di Kampung Warna”
Epilog: Sugesti Berhulu Ledak

(Kulya dalam Relung Filsafat, Nurel Javissyarqi, Cetakan III PuJa, 2020, Lukisan Cover: Laksmi Shitaresmi)
Nurel Javissyarqi Continue reading “Epilog: Kulya dalam Relung Filsafat”