Pengarang di Tepi Panggung

Agus Noor *
Kompas, 24 Feb 2008

AKANKAH Sanusi Pane menuliskan Sandyakala Majapahit bila naskah lakon tersebut tidak akan dipentaskan di malam Kongres Pemuda pada tahun 1928? Pertanyaan itu mengisyaratkan betapa naskah lakon ditulis memang untuk dipentaskan.

Itulah sebabnya, Seno Gumira Ajidarma ”merasa perlu repot-repot” mementaskan dan menyutradarai sendiri naskah Kenapa Kau Culik Anak Kami? yang ditulisnya. Continue reading “Pengarang di Tepi Panggung”

Tokoh yang Menghilang dalam Cerpen

Agus Noor *
Kompas, 24 Sep 2006

Belakangan, makin sulit kita menemukan tokoh dalam cerpen. Situasi ini bahkan sudah terasa sejak 15 tahun lalu, kira-kira. Tentu saja, dalam setiap cerpen, selalu ada tokoh, setidaknya ada nama-nama tokoh. Tetapi mereka bukan tokoh-tokoh yang memiliki karakterisasi yang kuat, atau setidaknya seperti yang dinyatakan Goenawan Mohamad, “tokoh yang mampu untuk tersisa dalam kenangan setelah kita selesai membacanya”. Tiba-tiba saya kangen sekali dengan tokoh-tokoh semacam Open (Jalan Lain ke Roma, Idrus) Inem (Inem, Pramudya Ananta Toer), Bawuk (Umar Kayam), Orez (Orez, Budi Darma), kakek penjaga surau (Robohnya Surau Kami, AA Navis), Rintrik yang buta (Jantung Tertusuk Panah, Danarto). Continue reading “Tokoh yang Menghilang dalam Cerpen”

Bayi Bersayap Jelita

Agus Noor *
jawapos.co.id

KAKEK bisa membelah diri. Bisa berada di banyak tempat sekaligus…

Aku melihat Kakek tengah berdiri memandang keluar jendela, ketika aku masuk. Kamar gelap -mungkin Kakek sengaja mematikan lampu- aku merasa ia tak ingin diganggu. Pelan pintu aku tutup kembali. ”Masuklah,” suara Kakek lemah. Ia tergolek, dengan selang oksigen dan infus yang bagai mencencangnya di ranjang. Demi Tuhan! Aku tadi melihat Kakek berdiri dekat jendela itu. Benarkah Kekek bisa berpindah dalam sekejap? Continue reading “Bayi Bersayap Jelita”

Anjing

Agus Noor
jurnalnasional.com

Ia berubah jadi anjing. Itulah hari paling membahagiakan dalam hidupnya. Anak istrinya yang kelaparan segera menyembelihnya.

Teka Teki Laki-laki yang Tak Kembali

Terkantuk-kantuk perempuan itu menunggu suaminya pulang. Terdengar kunci pintu dibuka pelan. Sejak itu suaminya tak pernah muncul. Continue reading “Anjing”

Pesona Strategi Literer Agus Noor

Satmoko Budi Santoso *
jawapos.com

CERPENIS Agus Noor kembali menerbitkan kumpulan cerpen. Tajuknya cukup menggugah: Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia. Kejutan apakah yang terjadi di dalamnya?

Agus Noor masih menunjukkan kepiawaian sebagai pencerita di dalam sejumlah cerpennya kali ini. Rupanya, sebagian merupakan perwujudan konseptualisasi ”cerpen mini” sebagaimana kredo yang pernah dilansir Agus di sebuah media massa. ”Cerpen mini”? Ya, cerpen yang menurut Agus sanggup meringkus sejumlah peristiwa dalam satu narasi pendek. Continue reading “Pesona Strategi Literer Agus Noor”