Menangisi Rancage yang Lepas

Agus Sri Danardana *
lampungpost.com

Kita memang pantas menangisi Rancage yang lepas. Namun, kita akan lebih tersedu jika sastra Lampung tidak memiliki pembaca.

Berita tentang tidak diberikannya hadiah sastra Rancage kepada sastrawan Lampung tahun 2009 telah menimbulkan keprihatinan mendalam banyak pihak. Tidak terkecuali Udo Z. Karzi dan Y. Wibowo (masing-masing penulis dan direktur penerbit Mak Dawah Mak Dibingi, kumpulan puisi berbahasa Lampung penerima hadiah sastra Rancage tahun 2008) serta Panji Utama dan Christian Heru Cahyo pun melontarkan keprihatinannya. Continue reading “Menangisi Rancage yang Lepas”