Sastra Berduka di Sekolah

Anjrah Lelono Broto
http://suaraguru.wordpress.com/

Ada sebuah kedukaan yang mendalam ketika “Teater Sansesus SMAN 2 Jombang”, harus kehilangan sanggarnya karena digusur oleh “Sang Pembuat Kebijakan” lembaga pendidikan. Meski harus jujur diakui, kedukaan ini bersifat pribadi dan berpijak pada ikatan sejarah masa lalu sebagai alumni, akan tetapi kenyataan “penggusuran” ini makin memperkuat wacana politik pemerintah yang cenderung iliterasi. Keberadaan sebuah kelompok kegiatan ektrakurikuler berbasis kesenian dan kebudayaan di sebuah lembaga pendidikan, secara mendasar, merupakan wahana pembelajaran dan pendalaman teks-teks kesenian dan kebudayaan, seperti sastra, tari, lukis, dan teater itu sendiri. Continue reading “Sastra Berduka di Sekolah”

Rendra dalam Kereta Kencana

Anjrah Lelono Broto
http://www.kompasiana.com/anjrah_lelono_broto

Akulah ronin yang mengembara
Air sawah minumanku
Dingin malam selimutku
Aku setia mengunjungimu (Rendra)

Bengkel Teater W.S. Rendra di Citayam Depok kembali berduka, kemarin para warganya repot mengatur penyelenggaraan jenazah sosok penyanyi yang I love you full, Mbah Surip, hari ini para warganya benar-benar berduka karena kepulangan ke haribaan-Nya, Si Burung Merak Rendra. Tepat pukul 22.05 tanggal 06 Agustus kemarin ronin (samurai yang menganggur) ini mengakhiri pengembaraannya karena penyakit jantung yang telah lama menggerogoti dirinya. Continue reading “Rendra dalam Kereta Kencana”

Sastra Jawa yang ‘Nges’

Anjrah Lelono Broto *)
http://www.kompasiana.com/anjrah_lelono_broto

Masyarakat Jawa telah lazim menempatkan sastra sebagai produk seni yang terangkai dalam indahnya tata bahasa, diksi, serta rima. Tidaklah mengherankan apabila sastra Jawa yang masuk dalam kategori ‘klasik’, tidak hanya menempatkan isi sebagai unsur yang dominan, tetapi juga apiknya tata bahasa, diksi, serta rima. Produk seni sastra yang memenuhi standar tersebut di atas layak menyandang predikat sebagai karya yang ‘nges’ (meminjam istilah Herry Lamongan). Continue reading “Sastra Jawa yang ‘Nges’”

Menimbang Rekomendasi Jelang KBJ V

Catatan Rakor dan Singkronisasi Pengembangan Sastra Budaya di Jawa Timur
Anjrah Lelono Broto *)
http://www.radarmojokerto.co.id/

Apabila tidak ada aral yang melintang, Surabaya mendapat kehormatan menjadi tuan rumah Kongres Bahasa Jawa V (KBJ V), Nopember 2011 ini. Jelang peristiwa kebudayaan berskala internasional tersebut, Pemprov Jawa Timur menggelar agenda bertajuk ?Rapat Koordinasi dan Singkronisasi Pengembangan Sastra Budaya di Jawa Timur? (baca, rakor) yang bertempat di Hotel Satelit Surabaya (15 ? 17 Juni 2011). Continue reading “Menimbang Rekomendasi Jelang KBJ V”

Investasi Generasi Dan Fasilitator Ekspresi

Agus Riadi
Pewawancara: Anjrah Lelono Broto
Jurnal Jombangana, Nov 2010

Sejak dikukuhkan pada tanggal 25 Pebruari 2010 lalu oleh Bupati Jombang, Drs. Suyanto, Dewan Kesenian Jombang (Dekajo) dipercayakan kepemimpinannya kepada sosok Bapak Agus Riadi, S.Sos, M.Si. Sosok pribadi ramah kelahiran Madiun yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jombang ini memang dikenal memiliki antusiasme yang besar kepada geliat seni, terutama kesenian yang berpijak pada nilai-nilai budaya lokal. Continue reading “Investasi Generasi Dan Fasilitator Ekspresi”