Pembelajaran Sastra Butuh Mak Erot

Anjrah Lelono Broto*)
http://edukasi.kompasiana.com/

Apabila pelajar SMA di Amerika Serikat telah membaca 32 judul buku selama tiga tahun masa pendidikannya, di Jepang dan Swiss 15 buku, sedangkan pelajar SMA di Singapura, Malaysia, Thailand dan Brunei Darussalam telah membaca 5 ? 7 judul buku sastra, bagaimana dengan pelajar SMA di Indonesia? Survey sederhana yang dilakukan Taufiq Ismail menunjukkan bahwa pasca era Algemeene Middelbare School (AMS), pendidikan lanjutan tingkat atas di masa penjajahan Belanda, pelajar SMA di Indonesia telah membaca 0 ? 2 judul buku sastra saja. Padahal, pada era AMS tersebut, selama menempuh pendidikan pelajar diwajibkan untuk membaca 15 ? 25 judul buku sastra. Continue reading “Pembelajaran Sastra Butuh Mak Erot”

Kontekstualitas dalam Sastra dan Media

Anjrah Lelono Broto
http://sosbud.kompasiana.com/

Kesenian dikuasai oleh trend, dimensi kesadaran pikiran dipenuhi oleh kecerdasan yang tangkas atau sinisme yang lucu semata tetapi kebijaksanaan dalam pikiran menjadi langka; begitu pula penghayatan kalbu jarang terjadi, diganti oleh sensasi-sensasi naluri semata. Kekayaan pengalaman panca indera, pengalaman naluri, dan mobilitas kecerdasan memang merupakan unsur yang penting dalam ekspresi kesenian, tetapi tanpa peran kesadaran rohani dan kebijaksanaan hati nurani, totalitas komunikasi lewat kesenian tak akan terjadi. Sungguh sayang, kalau komunikasi antara kesenian dan penikmatnya hanya sampai pada tingkat provokasi dan tidak pada tingkat inspirasi. (Rendra, Horizon edisi April 2002) Continue reading “Kontekstualitas dalam Sastra dan Media”

Bahasa dan Sastra Indonesia; Objek dan Subjek Globalisasi

Anjrah Lelono Broto*
http://umum.kompasiana.com/

Sebuah Awalan

Proses globalisasi merupakan fenomena yang paling menyita perhatian dan menimbulkan efek yang besar dalam kurun waktu terakhir ini. Memasuki millenium ketiga, masyarakat di berbagai belahan dunia dihadapkan pada satu persoalan yang seragam yang memiliki keterkaitan besar dengan struktur ekonomi, struktur kekuasaan, dan struktur kebudayaan. Proses perubahan yang mengerucut kepada globalisasi inilah yang disebut Alvin Toffler sebagai gelombang ketiga, pasca agrikultur (gelombang pertama) dan industrialialisasi (gelombang kedua). Continue reading “Bahasa dan Sastra Indonesia; Objek dan Subjek Globalisasi”