Anton Kurnia
sinarharapan.co.id
Seperti pernah diungkapkan oleh Marcell Boneff dalam sebuah tulisan berjudul Sebuah Cermin Ideologi: Cerita Bergambar Indonesia (1983), di Indonesia komik masih sering dianggap sebagai hasil kebudayaan kelas kambing yang tak bernilai sama sekali bagi para peneliti. Ia hanya dianggap sebagai “sampah khayalan untuk menyibukkan anak-anak, para buta huruf dan tukang mimpi.” Para pendidik dan kaum puritan serta-merta merendahkannya dari sudut pandang moral secara a priori. Lebih parah lagi, kini komik Indonesia kian terpinggirkan oleh serbuan komik impor, terutama komik-komik Jepang terjemahan, seperti serial Crayon Sinchan, Dragon Ball dan Kobo Chan. Continue reading “Komik Superhero Indonesia: Gundala dan Telur Columbus”
