Fiksi dan Semiotika Umberto Eco

Anwar Holid *
Pikiran Rakyat, 19 Juli 2008

UMBERTO Eco merupakan salah seorang novelis kontemporer paling terkemuka di dunia. Novelnya The Name of the Rose legendaris dan mengukuhkan dirinya sebagai penulis utama sastra posmodern. Sebagai bestseller terbitan 1983 di Italia, buku itu masih mudah dijumpai dan jadi salah satu standar fiksi jenis thriller. Hampir semua kritik mengakui bahwa The Name of the Rose merupakan karya dia yang paling terkenal sekaligus enak dinikmati, sebab novel itu bisa tampil sebagai karya yang bermanfaat dan menghibur pembaca. Continue reading “Fiksi dan Semiotika Umberto Eco”

Bukan Sekadar Teori

Donny Anggoro
sinarharapan.co.id

Telah banyak terbit buku-buku kiat-kiat menulis yang bercampur dengan motivasi kepenulisan. Sejumlah sastrawan ternama malah pernah menulisnya dan rata-rata mendapat sambutan positif ketika diterbitkan.

Mulai dari Arswendo Atmowiloto, Mohammad Diponegoro, Sides Sudyarto DS, AS Laksana, dan Eka Budianta. Kalau yang bukan sastrawan bisa disebut Andreas Harefa, Bambang Trim, Gundar Banjarnahor, sampai Edy Zaqeus. Tentunya daftar ini masih panjang, belum ditambah beberapa judul buku terjemahan yang marak menghiasi rak-rak toko buku. Continue reading “Bukan Sekadar Teori”