Obrolan penerjemahan karya dari bahasa Prancis ke bahasa Indonesia bersama Yogas Ardiansyah (II)

Wawancara di bawah ini, diambil dari Grup Facebook Apresiasi Sastra (APSAS) Indonesia

Sigit Susanto: “Buat Mas Yogas Ardiansyah, saya sangat senang jika karya-karya sastra dari 2 bangsa, Prancis dan Jerman bisa dialihbahasakan ke bahasa kita. Alasannya, kedua bangsa bersebelahan itu banyak sekali melahirkan peraih nobel dan karya sastranya betul-betul menjadi inspirasi pengarang lain. Saya berkenalan dengan sastra Prancis dengan membaca Education Sentimentale, juga Perjalanan ke Mesir – Flaubert, disusul Siang dan Malam di Amerika – Simone de Beauvoir, Pest-nya Camus. Continue reading “Obrolan penerjemahan karya dari bahasa Prancis ke bahasa Indonesia bersama Yogas Ardiansyah (II)”

Obrolan penerjemahan karya dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia bersama Anton Kurnia (II)

Wawancara di bawah ini, diambil dari Grup Facebook Apresiasi Sastra (APSAS) Indonesia

Koekuh Djatmiko: “1. Mana yang lebih urgen, terjemahan yang setia dengan gaya bahasa pengarang atau yang penting pesan pengarangnya sampai ke pembaca? 2. Bila novel yang akan diterjemahkan aslinya non bahasa Inggris, misalkan Perancis, Spanyol atau Jerman, apakah bung AK memilih buku yang bahasa asli atau buku yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris? Bukankah bila memilih buku yang terjermahan Inggris, artinya bung AK sudah memilih buku terjemahan atas terjemahan? Terkait dengan itu, bagaimana kita sebagai penterjemah mau mengikuti gaya bahasa dan bercerita pengarang ybs?” Continue reading “Obrolan penerjemahan karya dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia bersama Anton Kurnia (II)”