Obrolan Proses Penerjemahan Karya bahasa Inggris ke bahasa Indonesia bersama Wawan Eko Yulianto (Bagian II selesai)

: Wawancara ini diambil dari Grup Facebook Apresiasi Sastra (APSAS) Indonesia

Nanda Winar Sagita: Bung Wawan Eko Yulianto sudah menerjemahkan dua karya besar James Joyce. Saya ingin bertanya, karya mahabesar Joyce yg Ulysses gimana, Mas?

Wawan Eko Yulianto: Nah-nah-nah. Ini dia 5 million dollar question. Hahaha. Sudah sempat jalan nerjemah sama seorang kawan (dapatnya cukup banyak), tapi kemudian ada ini dan itu yang bikin keder sendiri. Terus Continue reading “Obrolan Proses Penerjemahan Karya bahasa Inggris ke bahasa Indonesia bersama Wawan Eko Yulianto (Bagian II selesai)”

Obrolan mengenai Penerjemahan dari Bahasa Spanyol dan Inggris bersama Ronny Agustinus (Bagian II selesai)

: Wawancara ini diambil dari Grup Facebook Apresiasi Sastra (APSAS) Indonesia

(Link ke sebelumnya klik di sini)
Sasti Gotama: Ini adalah salah satu terbitan Marjin Kiri favorit saya: Pemburu Aksara, Ana Maria Shua. Saya berharap, Mas Ronny Agustinus dan Marjin Kiri akan lebih sering menerbitkan terjemahan karya penulis dunia perempuan, hehehe. Saya pernah mendengar bahwa proses penerjemahan kadang bisa menghilangkan kekhasan suatu teks. Seseorang pernah menceritakan kekesalannya kepada saya saat membaca terjemahan Seratus Tahun Kesunyian yang menghilangkan gaya parataksis Gabo. Namun, Continue reading “Obrolan mengenai Penerjemahan dari Bahasa Spanyol dan Inggris bersama Ronny Agustinus (Bagian II selesai)”