BAHASA INDONESIA DALAM PERSPEKTIF KEBHINIKAAN

(Suatu Tawaran Kajian)

Aprinus Salam *

Sebelum Bahasa Indonesia menjadi bahasa nasional, orang Indonesia berbicara dalam bahasa Ibu (dalam bahasa lokalnya masing-masing). Memang, jauh waktu sebelum itu bahasa itu mengalami lingua franca. Akan tetapi, pengertian lingua franca lebih dalam pengertian untuk digunakan dalam komunikasi formal (hubungan perdagangan). Bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu itu pun juga sudah cukup jauh berbeda dengan Bahasa Indonesia yang dikenal sekarang. Continue reading “BAHASA INDONESIA DALAM PERSPEKTIF KEBHINIKAAN”

RASA BERBAHASA

Aprinus Salam *

Dari berbagai kecenderungan pemakaian bahasa dalam praktik sehari-hari, menjadi tahulah kita konstruksi “selera berbahasa” yang mana yang telah menguasai diri kita. Hal ini perlu diingatkan kembali karena, secara umum, sebetulnya ada tiga lapis bahasa dalam diri kita, yakni bahasa Ibu (lokal), bahasa nasional, dan bahasa non-lokal non-nasional (asing). Implikasi dari pilihan berbahasa itu secara langsung juga memposisikan identitas seperti apa yang kita ambil. Continue reading “RASA BERBAHASA”

KEBUDAYAAN MENDESAIN MASA DEPAN (BAGIAN 4- Selesai)

Aprinus Salam *

Mendesain masa depan berbasis kebudayaan adalah bagaimana berpikir, merasakan sesuatu, dan bertindak dengan mempertimbangkan dan mementingkan nilai kemanusiaan, keadilan, atau secara keseluruhan adalah dengan mempertimbangkan berbagai nilai kebajikan (dan kebijaksanaan). Praktik tersebut sekaligus secara kontekstual dihadapkan melawan tantangan (musuh-musuh) kebudayaan. Konsep tersebut secara normatif dan ideologis telah tertulis dalam Pembukaan UUD ’45. Continue reading “KEBUDAYAAN MENDESAIN MASA DEPAN (BAGIAN 4- Selesai)”