RASA BERBAHASA

Aprinus Salam *

Dari berbagai kecenderungan pemakaian bahasa dalam praktik sehari-hari, menjadi tahulah kita konstruksi “selera berbahasa” yang mana yang telah menguasai diri kita. Hal ini perlu diingatkan kembali karena, secara umum, sebetulnya ada tiga lapis bahasa dalam diri kita, yakni bahasa Ibu (lokal), bahasa nasional, dan bahasa non-lokal non-nasional (asing). Implikasi dari pilihan berbahasa itu secara langsung juga memposisikan identitas seperti apa yang kita ambil. Continue reading “RASA BERBAHASA”

KEBUDAYAAN MENDESAIN MASA DEPAN (BAGIAN 4- Selesai)

Aprinus Salam *

Mendesain masa depan berbasis kebudayaan adalah bagaimana berpikir, merasakan sesuatu, dan bertindak dengan mempertimbangkan dan mementingkan nilai kemanusiaan, keadilan, atau secara keseluruhan adalah dengan mempertimbangkan berbagai nilai kebajikan (dan kebijaksanaan). Praktik tersebut sekaligus secara kontekstual dihadapkan melawan tantangan (musuh-musuh) kebudayaan. Konsep tersebut secara normatif dan ideologis telah tertulis dalam Pembukaan UUD ’45. Continue reading “KEBUDAYAAN MENDESAIN MASA DEPAN (BAGIAN 4- Selesai)”

KEBUDAYAAN MENDESAIN MASA DEPAN (BAGIAN 3)

Aprinus Salam *

Kalau kita berkenan mengingat dan merefleksikan sejarah bernegara dan berbangsa, maka kebudayaan lebih banyak dibicarakan, didiskusikan, diseminarkan, daripada dipraktikkan. Maksudnya, hidup memang suatu kebudayaan. Akan tetapi, berangkat dari konsep dan pemahaman yang telah didiskusikan sebelumnya, desain politik dan ekonomi, menjadi landasan dan memegang peranan utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bukan desain kebudayaan yang menjadi landasan berpijak dalam praktik kehidupan. Continue reading “KEBUDAYAAN MENDESAIN MASA DEPAN (BAGIAN 3)”