KEARIFAN LOKAL VIS A VIS KAPITALISME

Aprinus Salam *

Hingga hari ini kita masih menghidupkan secara sistematis apa yang disebut kearifan lokal. Kita menyeminarkannya, menerbitkan buku, menyelenggarakan berbagai kegiatan dengan dan atas nama kearifan lokal, seperti permainan dan seni tradisional, berbagai karnaval yang mengandung nilai dan filosofi lokal, dan sebagainya. Persoalannya, apa yang terjadi di balik revitalisasi kearifan lokal, sementara kapitalisme dengan banal terus berlangsung dalam kehidupan sehari-hari. Continue reading “KEARIFAN LOKAL VIS A VIS KAPITALISME”

SEJARAH PANJANG KEBOHONGAN

Aprinus Salam *

“Dosa terbesar kaum intelektual tidak terletak pada kesalahan yang dia lakukan, tapi pada kebohongan dan ketakutan menyampaikan kebenaran yang diketahuinya” (Cornelis Lay).

Salah satu hal yang cukup diabaikan oleh kajian sejarah dan ilmu-ilmu sosial adalah sejarah dan kenyataan tentang kebohongan. Hal itu terjadi karena arus utama kajian sejarah dan ilmu sosial; lebih berorientasi untuk menelusuri dan menjelaskan bukti-bukti kebenaran tersembunyi, kebenaran yang belum terungkap, tidak dalam rangka mengungkap kebohongan. Pengetahuan dan batas tentang mana yang bohong dan tidak semakin kabur dan tidak jelas. Continue reading “SEJARAH PANJANG KEBOHONGAN”

SANDIWARA, DRAMA, ATAU TEATER?

Aprinus Salam *

Di Indonesia, muatan sosial dan kultural kata sandiwara, drama, dan teater itu berbeda-beda. Hal itu diperlihatkan oleh Antologi Drama Indonesia (ADI) yang dibagi dalam 4 jilid (periode 1895-1930; 1931-1945; 1946-1968; 1969-2000, sekitar 1650-an halaman). Akan terlihat bagaimana pergeseran sandiwara dan drama dan teater itu bergantian bergantung konteks sosial konsep tersebut dimaknai. Continue reading “SANDIWARA, DRAMA, ATAU TEATER?”