Ulat Dalam Sepatu

Arman A.Z.
lampungpost.com

Apa yang saya apungkan dalam esai Cek Kosong Kesenian di Lampung (Lampost, [3-1]) sebenarnya bukan ihwal baru. Sayang, esai yang dimuat tak utuh itu (mungkin karena kepanjangan), direspons beberapa pihak bahwa fokusnya hanya anggaran. Mungkin karena istilah “cek kosong” yang kupakai. Padahal, titik tekan yang kuarah adalah regulasi atau kebijakan terhadap seni budaya di Lampung. Mungkin sejalan dengan apa yang disampaikan Iswadi Pratama tentang strategi kebudayaan di Lampung tahun 2010. Ihwal anggaran dan lain-lain adalah dampak susulan, turunan, atau akibat dari regulasi itu. Continue reading “Ulat Dalam Sepatu”

Cek Kosong Kesenian di Lampung

Arman A.Z.
lampungpost.com

Pembangunan kesenian adalah tugas dan tanggung jawab bersama. Pemda sepatutnya menjadi inisiator bagi pelaku kesenian yang kerap tak berdaya menghadapi sumber-sumber anggaran.

MENERIMA undangan diskusi seni UKMBS Unila bertema Geliat kesenian di Lampung, siapa peduli?! di Gedung PKM Unila, Kamis (17-12) lalu, awalnya saya enggan menghadiri. Saya menerka diri saya akan terjebak dalam ruang linglung yang dipenuhi curhat, kritik, dan (seperti biasa) tak satu pun pejabat pemegang palu keputusan terlibat aktif dalam diskusi itu. Continue reading “Cek Kosong Kesenian di Lampung”