Sajak-Sajak Arya Winanda

http://www.lampungpost.com/
Tepi Kapal

pesing karat, buih berpusing di muka ombak yang asin. tak perlu telapak
dan jari tangan yang melambai seperti fiksi tahun delapan puluhan. tak ada lagi mabuk, sebab kini orang kebal dan ada pil anti mabuk, maka tak penting rasa malu dan kantung tempat membuang mual. kapal (nyatanya) hanyalah kapal, jembatan bergerak agar orang Continue reading “Sajak-Sajak Arya Winanda”