Surat dari Website Sastra-Indonesia.com untuk JawaPos.com dan A.S. Laksana

Bismillah hirrahman nirrahim

Setelah membaca “Maklumat Pencabutan Konten Cerpen Bidadari Bunga Sepatu A.S Laksana” pada Website JawaPos.com 7 Juni 2021. Website Sastra-Indonesia.com (SI) sebelumnya telah memosting ulang cerpen tersebut bersama Pengakuan Terbuka!-nya A.S. Laksana dengan judul “Skandal : cerpen Bidadari Bunga Sepatu karya Afrilia dan Pengakuan Terbuka! A.S. Laksana” dan tetap menghidupkan link terkait ke Website JP (meski dari halaman paling akhir saja, no 9) pula pada facebook A.S. Laksana. Continue reading “Surat dari Website Sastra-Indonesia.com untuk JawaPos.com dan A.S. Laksana”

Para Penulis yang Menjengkelkan

A.S Laksana *
Jawa Pos, 15 Agu 2016

ADA sejumlah pengarang yang saya benci karena mereka keterlaluan; bukan saja karena karya-karya mereka bagus, tetapi juga karena pemikiran mereka terasa mengada-ada. Jorge Luis Borges, pengarang Argentina, adalah yang paling saya benci.

Dia terlalu pintar dan sepertinya sudah membaca semua buku sepanjang hidupnya. Sementara kebanyakan pengarang berusaha meyakinkan pembaca bahwa cerita mereka adalah ”nyata” dan masuk akal, Borges menulis cerita untuk membuat kita ragu-ragu apakah yang ditulisnya benar-benar terjadi atau tidak. Continue reading “Para Penulis yang Menjengkelkan”