Saat Sakit, Resep Soekarno Disimpan di Laci

Asvi Warman Adam
http://terpelanting.wordpress.com/

Tanggal 12 Januari 2008 pukul 09.44 di Cendana, Ismail Saleh membagikan fotokopi tulisannya yang dimuat pada harian Pelita berjudul Marilah Kita Bangsa Indonesia Wujudkan Petuah: Mikul Dhuwur Mendhem Jero. Di dalam artikel yang ditulis mantan Jaksa Agung era Orde Baru itu dikatakan bahwa Soeharto mengagungkan nama Soekarno dan mengubur dalam-dalam kesalahan Bung Karno. Continue reading “Saat Sakit, Resep Soekarno Disimpan di Laci”

“Leontin Dewangga” dan Sastra Perlawanan

Asvi Warman Adam
http://www2.kompas.com/

JATUHNYA Soeharto membuka peluang munculnya karya sastra yang selama Orde Baru terlarang. Tiga dekade rezim otoriter itu identik dengan kematian sastra kiri, yaitu karya pengarang yang dianggap “terlibat G30S”. Demikian yang dialami Martin Aleida yang kiprahnya di dunia sastra tersumbat lebih dari 30 tahun. Baru sejak medio 1998 Martin bisa menerbitkan beberapa buku, yaitu Malam Kelabu, Ilyana dan Aku (kumpulan cerpen), Layang-Layang Tidak Lagi Mengepak Tinggi-tinggi (novelet), dan Perempuan Depan Kaca (kumpulan cerpen). Yang terakhir adalah Leontin Dewangga (kumpulan cerpen) yang terbit akhir Desember 2003. Continue reading ““Leontin Dewangga” dan Sastra Perlawanan”