SENI, DUNIA IDE, DAN REALITAS SOSIAL

Bonari Nabonenar
http://terpelanting.wordpress.com/

Tulisan Budi Palopo di halaman Humaniora (Kompas, 22 Maret 2005) bertajuk Seni Getah Karet mengandung simpulan yang menyesatkan, berkaitan dengan penerbitan buku kumpulan puisi Duka Atjeh Duka Bersama (Dewan Kesenian Jatim dan Logung Pustaka, 2005). Duka Atjeh Duka Bersama adalah juga nama acara keprihatinan atas musibah tsunami yang melanda Aceh dan Sumatera Utara beberapa waktu lalu.

?Di Surabaya, misalnya, ada buku puisi berjudul Duka Atjeh Duka Bersama yang terkemas cantik, tapi -menurut saya?justru menunjukkan kebebalan kolektif yang terjadi dalam dunia kepenyairan,? demikian tulis Budi. Lalu, Continue reading “SENI, DUNIA IDE, DAN REALITAS SOSIAL”

FSJ, Bukan Festival Kangen-kangenan

Bonari Nabonenar*
http://www.jawapos.com/

Suatu hari dalam sebuah surlek (surat elektronik) cerpenis Beni Setia menulis: ”Kenapa tak ada orang Jawa yang merasa terpanggil untuk nguri-nguri bahasa dan sastra Jawa dengan memberi dana dan kepercayaan yang sama pada PS (Majalah Bahasa Jawa Panjebar Semangat) atau JB (Jaya Baya), misalnya? Apa komunitas Jawa yang mayoritas penduduk Indonesia itu tak menghasilkan manusia berbudaya yang tertarik untuk mendinamisasi sastra Jawa dengan hadiah tahunan? Kenapa Bengkel Muda Surabaya bisa masuk jadi pos anggaran APBD Surabaya, mengalahkan DKS (Dewan Kesenian Surabaya) yang formal top-down building, tapi PPSJS (Paguyuban Pengarang Sastra Jawa Surabaya) tidak –padahal institusi ini strategik memberi hadiah tahunan yang mendinamisasi kreativitas sastrawan muda Jawa?” Continue reading “FSJ, Bukan Festival Kangen-kangenan”