Catatan Akhir Tahun: Menuju Indonesia.com

Bre Redana
Kompas, 26 Des 2010

BANYAK orang tidak percaya lagi kepada pemerintah. Apakah dengan demikian artinya pesimistis? Tidak. Negara, termasuk Indonesia, menuju ke suatu domain baru, berikut berbagai kemungkinan baru, yang lebih kurang bisa didefinisikan sebagai Indonesia.com.

Tahun 1960-an tidak hanya ditandai oleh counter culture dan ”zaman baru” alias new age. Bersamaan The Beatles menginvasi Amerika pada tahun 1964, Marshall McLuhan menerbitkan bukunya yang kini menjadi semacam relika kebudayaan: Continue reading “Catatan Akhir Tahun: Menuju Indonesia.com”

Diana dan Roland Barthes

Bre Redana
kompas.com

Kalau kehidupan petani diasosiasikan dengan desa agraris di Jawa, agak sulit membayangkan seorang anak petani bernama Diana, sebagaimana terdengar dalam lirik lagu Koes Plus berjudul “Diana”.

Banyak orang barangkali masih ingat lirik lagu itu: “Di gunung tinggi kutemui/ Gadis cantik putri paman petani/ Cantik menarik menawan hati/ Diana namanya manja sekali…” Continue reading “Diana dan Roland Barthes”

Ramayana di Kuil Bachoos

Bre Redana
kompas.com

BAALBEK. Tak ada kota seindah dan seegnimatik Baalbek di Lebanon, sekitar dua jam dari ibukota negeri itu, Beirut, menuju arah Suriah. Di Baalbek yang artinya ?Kota Matahari? inilah perkembangan peradaban yang dari waktu ke waktu bukan saja diwarnai pergulatan kekuasaan tetapi juga pergulatan manusia dengan ruang atau space seperti mendapat perhatian khusus para penggagas post-modernism, menemukan bukti dan jejaknya yang kuat. Continue reading “Ramayana di Kuil Bachoos”