Buku Sastra dari Sastrawan Sumut, kepada Hidayat Banjar

Budi P Hatees
http://www.analisadaily.com/

Banyak tradisi membuat manusia bersemangat membangun kebudayaannya. Menulis merupakan salah satu tradisi itu. Tentu, menulis di sini berarti kerja keras untuk membangun sebuah teks atau berwacana (discourse).

Soal wacana ini, lebih baik menikmati kajian-kajian Paul Ricoeur, lalu kaitkan dengan teori tentang bahasa. Misalnya, pakai teori yang diperkenalkan Alessandro Duranti, yang mengaitkan kemampuan berbahasa (berwacana) dengan kekuasaan. Continue reading “Buku Sastra dari Sastrawan Sumut, kepada Hidayat Banjar”

Membuka Jalan bagi Sastra Berbahasa Batak

Budi P Hatees
http://www.analisadaily.com/

Menulis dalam bahasa daerah? Tentu saja ini sebuah pilihan kreatif yang tidak akan dipilih semua penulis. Apalagi di era ketika grafik penutur bahasa daerah di negeri ini menunjukkan penurunan setiap tahun. Sangat mungkin, para sastrawan yang tumbuh di lingkungan masyarakat berkebudayaan Jawa dan karenanya bisa bertutur dalam bahasa Jawa, belum tentu akan menulis dalam bahasa Jawa sekalipun penutur bahasa Jawa begitu masif di negeri ini. Continue reading “Membuka Jalan bagi Sastra Berbahasa Batak”

Sastrawan tak Ditentukan Usia

Budi P Hatees
http://www.analisadaily.com/

Apakah ada yang salah jika seseorang bisa menulis sajak, cakap menulis cerpen, cerdas menulis esai sekaligus piawai menulis naskah drama? Tentu saja tak ada yang salah, jika seorang penyair juga bisa menulis cerpen atau sebaliknya. Itu lumrah adanya.

Tentu, tidak sedikit manusia seperti itu di dunia ini. Seorang Rendra muda, ternyata, sama bagusnya ketika menulis sajak, cerpen dan ketika menulis naskah teater. Continue reading “Sastrawan tak Ditentukan Usia”

Ide Lokalitas dalam Sastra

Budi P. Hatees
http://www.analisadaily.com/

Ide-ide lokalitas belakangan kerap muncul dalam kreativitas bersastra di negeri ini. Fenomena bersastra semacam ini dipicu oleh bangkitnya kesadaran para sastrawan atas realitas perubahan politik kebudayaan di daerah pasca membesarnya wewenang daerah di era otonomi daerah dalam memikirkan, merenungkan dan membangun kebudayaannya masing-masing. Continue reading “Ide Lokalitas dalam Sastra”

Kesenimanan di Dewan Kesenian Lampung

Udo Z. Karzi dan Budi P. Hatees*
Lampung Post, 13 Maret 2005

KESENIAN, apa pun bentuknya, tidak lahir dari sebuah lembaga yang dibentuk segelintir manusia yang merasa paling bertanggung jawab terhadap masa depan kesenian. Lembaga apa pun hasil bentukan itu, sekalipun bernama dewan kesenian, tidak ada satu karya seni pun yang bisa dihasilkannya. Tidak sepotong puisi, tidak sebentuk lukisan, tidak selembut gerak tari, tidak selenting bunyi, dan, ini yang paling penting, lembaga itu justru telah meletakkan kesenian bukan sebagai kesenian. Continue reading “Kesenimanan di Dewan Kesenian Lampung”