“KEKHILAFAN”???

Kekhilafan atau Keawaman plus Kemalasan???

Sunlie Thomas Alexander

Kok si wartawan Kompas NAWA TUNGGAL itu tidak berani mengakui keawamannya sendiri dalam ulasannya pada Kompas Minggu lalu? Ini malah cuma ngutip klarifikasi si Exan Zen di Facebook doang seolah-olah ia sendiri tidak punya salah apa-apa dalam ulasannya terdahulu! Seolah-olah yang salah cuma si Exan saja! Sementara si Exan juga seolah-olah hendak melemparkan kesalahan kepada Gasbanter Journal dan analisa ngawur Listi Mora Rangkuti di Riausastra.com! Continue reading ““KEKHILAFAN”???”

Puisi Kontemporer, Antara Amir dan Chairil

Tjahjono Widijanto *
Republika, 13 Apr 2008

Seperti halnya sejarah, sastra juga mengenal mitos. Mitos dalam sastra ibaratnya perambah jalan sekaligus memberikan ruang kosong bagi generasi selanjutnya. Sebaliknya, seorang kreator, apapun genre yang dimasukinya tidak dapat melepaskan dirinya sebebas-bebasnya dari jejak-jejak pendahulunya yang ikut menyediakan jalan untuk dilaluinya. Continue reading “Puisi Kontemporer, Antara Amir dan Chairil”