Media, Sastra, dan Kita

Dedik Priyanto *
www.nu.or.id/, 15/07/2012

“Nama majalah itu ialah Pujangga Baru, sebab majalah itulah akan jadi penambat pujangga-pujangga muda, pujangga-pujangga baru yang sekarang. Di situlah mereka itu bersuara sebebas-bebasnya,”Foulcher; Pujangga Baru; Kesusasteraan dan Nasionalisme di Indonesia 1933-1942, (1991)” Continue reading “Media, Sastra, dan Kita”