Penerbit, Hargailah Pembacamu!

Diana A.V. Sasa*
http://www.jawapos.co.id/

Di rubrik ini, dua minggu lalu (1/8/2010), Sunaryono Basuki dalam tulisannya, Buku Cetak Ulang, Lebih Menguntungkan, saya bayangkan sedang menuding pembaca dengan pongahnya sembari menjadi pembela penerbit yang ciamik.

Contoh pembaca yang kecewa karena merasa dikibuli penerbit setelah membeli buku Budi Darma, bila saya boleh sedikit “rumangsa” rupanya merujuk kepada tulisan saya di rubrik ini (Mempertanyakan Etika Penerbit Buku Recycle, 30/11/2008). Continue reading “Penerbit, Hargailah Pembacamu!”

KETIKA CATATAN SEJARAH DIBINGKAI ROMANTISME

Diana A.V. Sasa
http://dianasasa.blogspot.com/

Melihat kepiawaiannya mengaduk-aduk emosi pembaca melalui alur cerita yang runtut dan mengugah dalam Tetralogi Pulau Buru (Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, Rumah Kaca) ?yang ditulis dengan gaya tutur roman-, menilik ketekunan dan kegigihannya dalam menyunting dan menyusun pelbagai sumber sejarah hingga menjadi karya Sang Pemula dan Panggil Aku Kartini Saja-yang merupakan karya non fiksi-, maka buku Jalan Raya Pos, Jalan Daendels nampaknya merupakan sebuah karya yang disusun untuk menggabungkan gaya keduanya tapi justru kehilangan arah penulisan yang jelas. Continue reading “KETIKA CATATAN SEJARAH DIBINGKAI ROMANTISME”

Wendo Bilang Mengarang Itu Gampang, Kataku TIDAK!

Mengarang Itu Gampang
Penulis : Arswendo Atmowiloto
Penerbit : PT Gramedia (1981-2001)
Peresensi : Diana AV Sasa
http://indonesasa.wordpress.com/

?Jangan hanya membaca. Kalau saat itu sudah mencoba mengarang, pasti lain halnya. Untuk yang terakhir ini saya percaya penuh. Cobalah mengarang sekarang juga, jangan menunggu dua puluh tahun lagi. Jangan menunggu dua hari lagi. Sekarang juga. Tutup buku ini, mulai.? Continue reading “Wendo Bilang Mengarang Itu Gampang, Kataku TIDAK!”