KREATIVITAS PERSONAL DAN KREATIVITAS KOLEKTIF

(Jangan “Bermain-Main” dengan Main-Main A.S Laksana)

Dwi Pranoto *

Tulisan Wicaksono Adi yang diposting hari ini di status facebooknya; Karya, Nama, Media (Main-Main A.S Laksana); mungkin membuat A.S Laksana manggut-manggut setuju. (Apalagi dengan komentar Juru Baca yang menyatakan A.S Laksana “terlalu besar” untuk sastra nasional). Tinjauan Wicaksono Adi tampaknya mau melampaui pembahasan umum, dipicu oleh “Pengakuan Terbuka” A.S Laksana, yang berkisar antara plagiarisme dan pengujian. Continue reading “KREATIVITAS PERSONAL DAN KREATIVITAS KOLEKTIF”

PLAGIARISME & PENGUJIAN

Dwi Pranoto *

“Plagiarisme adalah mempresentasikan karya atau ide orang lain sebagai karya atau idemu sendiri, baik dengan atau tanpa izin yang bersangkutan. . . Tindakan plagiarisme dapat dilakukan karena sengaja, sembrono/gegabah, atau tak sengaja” ( https://www.ox.ac.uk/students/academic/guidance/skills/plagiarism ). Lantas, apakah tindakan A.S Laksana yang mengirimkan cerpen karya Afrilia ke Jawa Pos – dan kemudian dimuat – tidak dapat disebut sebagai plagiarisme karena Afrilia menyetujui perbuatan AS Laksana tersebut? Apakah perbuatan AS Laksana tersebut tidak dapat disebut plagiarisme karena AS Laksana melakukannya (mungkin) untuk menguji redaktur rubrik cerpen Jawa Pos? Continue reading “PLAGIARISME & PENGUJIAN”

Heidegger dan Pengabaian Goenawan Mohamad

Dwi Pranoto

Tulisan A.S. Laksana “Sains dan Hal-Hal Baiknya” dan sanggahan Goenawan Mohamad (GM) “Sains dan Masalah-Masalahnya, Sulak dan Dua Kesalahannya”, sebenarnya sama-sama menyokong sains. Namun keduanya dipisahkan oleh sains sebagai praksis dan “sains sebagai ide”. Oleh karenanya, A.S. Laksana dalam “Sains dan Hal-Hal Baiknya” lebih menyodorkan bukti-bukti mengenai manfaat sains untuk memecahkan masalah aktual dan memudahkan kerja manusia. Pada sisi lain, Goenawan berupaya membawa sains lebih pada semacam situasi-situasi kritisnya yang ditandai oleh kejumudan. Continue reading “Heidegger dan Pengabaian Goenawan Mohamad”