Menyoal Pengajaran Sastra

Eko Triono
Lampung Post, 27 Nov 2010

1.
SUATU hari, di tahun 1964, sebuah catatan beredar. Ia menjadi diktum teori keberhasilan individu, yang apabila dijejer dengan teori, juga praktek pendidikan, adalah mata tembilang dalam cambuk menuju “kesuci-bahagiaan-hidup”; sebuah konklusi peta dan “petakon” arah, mungkin juga sebuah cara yang sedikit malu di meja sekolah. Catatan itu menutur perihal striving for succes or superiority:…satu-satunya kekuatan dinamis di balik perilaku manusia adalah perjuangan menuju keberhasilan atau keunggulan. Continue reading “Menyoal Pengajaran Sastra”

Skandal Cita-cita Pendidikan Sastra

Eko Triono
Lampung Post, 16 Juli 2011

/1/
TAHUN ajaran baru 2011/2012 telah dimulai di sekolah, cita-cita disemai, dan impian dilepaskan setinggi awan suci, tetapi siapa di antara mereka yang datang dan sengaja bercita-cita menjadi seorang sastrawan? Bukan pegawai negeri [polisi, guru, tentara], artis, dokter, dan seterusnya. Tidak, nyaris tidak ada, sebab tidak “wajar” yang demikian, kecuali pada beberapa sekolah di Madura yang anak didiknya telah berani bercita-cita menjadi seorang penyair, pekerja puisi. Padahal cita-cita mereka adalah gambaran masa depan bangsa pada suatu hari nanti. Continue reading “Skandal Cita-cita Pendidikan Sastra”