Robohnya Dunia Santri

Fachry Ali *
Gatra Nomor 25, 8 Mei 2008

“Saya heran,” kata Abdurrahman Wahid ketika menyambut acara peluncuran website Akbar Tandjung, bulan lalu, “Kenapa setiap orang berpidato selalu menyatakan: ‘Mari kita panjatkan syukur’….” Hadirin terdiam karena tidak mengerti ke mana arah ucapan tersebut. Dan struktur “psikologi massa” semacam inilah yang menjadi “makanan” Kiai Wahid. Sebagaimana biasanya, dengan tangkas ia menjawab teka-teki itu: “Memangnya (si) Syukur tidak bisa panjat sendiri?” Continue reading “Robohnya Dunia Santri”