Mendebat Misogyni

Fathurrofiq
http://www.jawapos.co.id/

Budaya masyarakat bisa jadi menunjukkan praktik-praktik tidak senonoh pada harkat manusia, termasuk perempuan. Tak pelak, pengarang yang kritis-prihatin berusaha mendebatnya. Makanya, Alan Swingewood menganggap pemahaman yang mengatakan bahwa sastra (novel) merupakan cermin budaya masyarakat sebagai pemahaman yang rancu. Pemahaman itu ditekankan oleh Swingewood, mengabaikan peran otonom pengarang dalam kontruksi wacana budaya. Horizon atau wawasan pengarang bisa bekerja secara otonom dalam budayanya. Pengarang sudah lazim mendebat, bahkan menolak sama sekali praksis budaya yang melatari novelnya. Continue reading “Mendebat Misogyni”