Sajak-Sajak Firman Nugraha

http://lampungpost.com/
Syal Kesaksian
-pani

Mungkin syal ini paling lirih dengan bisunya
mendapatimu duduk bersama senja. Aku cemburu
Tapi gerimis masih saja berbaris menguncupkan bunga
Padahal ia tak pernah berjanji pada bumi yang ingin basah
juga nurani yang hendak menorehkan sejarah
Fajar memerah, namun syalku tak lantas marah
Diredamnya deru darahku. Dihempasnya harum namamu Continue reading “Sajak-Sajak Firman Nugraha”

Sajak-Sajak Firman Nugraha

http://www.pikiran-rakyat.com/
Lukisan Huruf A

Takkan kautemukan Marx, Rumi, dan Kabayan di sini
Dengan wajah yang gatal selain lukisan Dede
Jerami telah menyembunyikan mereka dalam sebuah peti
Lewat kabel-kabel listrik menari-nari dan memaki
Aku makan pisang goreng; seekor semut menuangkan laut di cangkir kopiku
Kau menjelma unta. Doumo arigatou
Kita baca saja kolom-kolom berita menghantarkan kabar
Tangan-tangan buntung, lubang di kepala, seseorang menyedot tinja Continue reading “Sajak-Sajak Firman Nugraha”

Sastra Hijau

Firman Nugraha*
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/

SEJAK awal, alam telah menjadi bagian dari sastra. Ini terbukti dengan tidak sedikitnya sastrawan, khususnya dari kalangan penyair, yang menggunakan diksi hutan, laut, pohon, dan lain-lain dalam karya mereka. Namun seiring perkembangan, sastra telah banyak mengalami perubahan, begitu juga alam. Kedua elemen yang tak terpisahkan ini seakan selalu berjalan beriringan. Sastra tempo dulu adalah wajah alam masa lalu dan sastra sekarang adalah wajah alam masa kini. Sastra membutuhkan alam sebagai inspirasinya, sedang alam membutuhkan sastra sebagai alat konservasinya. Continue reading “Sastra Hijau”