SEBUAH KESALAHAN YANG BISA DIMAKLUMI *

Gabriel García Márquez
Penerjemah: Rambuana **

Saat itu hari Selasa di Cali. Pria itu, yang baginya akhir pekan adalah sebuah periode yang keruh tak berujung–tiga hari tanpa bekas–telah mengangkat gelas demi gelas dengan pantas dan cekatan dan keras kepala hingga tengah malam pada hari Minggu. Pada Selasa pagi, saat dia membuka mata dan merasa kamarnya dipenuhi oleh rasa pening sebesar raksasa, pria itu meyakini dia hanya telah berpesta di malam sebelumnya dan telah terbangun pada Minggu pagi. Dia tidak mengingat apa pun. Namun, Continue reading “SEBUAH KESALAHAN YANG BISA DIMAKLUMI *”

ORANG TENGGELAM PALING TAMPAN DI DUNIA

Gabriel Garcia Marquez
Penerjemah: Rambuana *

Anak-anak pertama yang melihat sebuah benda gelap menyembul, terapung-apung mendekat dari laut, mengembangkan pikiran mereka bahwa itu adalah kapal musuh. Kemudian mereka melihatnya tak memiliki bendera-bendera atau tiang-tiang dan mereka mengira bahwa itu adalah seekor paus. Tetapi saat benda itu terdampar di pantai, mereka menyingkirkan gumpalan-gumpalan rumput laut, sungut ubur-ubur, dan ikan-ikan dan serakan-serakan yang tersisa, barulah mereka bisa melihat jelas bahwa itu adalah seorang lelaki yang mati tenggelam. Continue reading “ORANG TENGGELAM PALING TAMPAN DI DUNIA”

Marquez, Kartini, Buku, Chairil

Marhalim Zaini *

APRIL, agaknya bolehlah kita sebut sebagai bulan literasi. Setidaknya, empat momentum ini menandainya: Gabriel García Márquez wafat (17 April), Hari Kartini (21 April), Hari Buku Sedunia (23 April), dan Hari Chairil Anwar (28 April). Sederet peristiwa itu, adalah penanda, ihwal detak jantung dunia literasi kita. Dunia keberaksaraan kita. Keberaksaraan, yang tak semata bicara soal dunia cetak (print literacy) yang ditengarai sebagai penanda dunia modern, akan tetapi juga soal aksara sebagai—apa yang disebut Sweeney —stylized form. Dan, “bentuk yang istimewa” itu, adalah puisi, adalah sastra. Maka, bicara dunia keberaksaraan (literacy), tak bisa lepas dari dunia sastra. Continue reading “Marquez, Kartini, Buku, Chairil”