Darmanto Jatman: Manusia Sudah Disapih Gusti Allah…

Ganug Nugroho Adi, Darmanto Jatman
http://www.suaramerdeka.com/

PADA 1990-an penyair Darmanto Jatman menulis sajak yang menggagas Indonesia sebagai sebuah perusahaan, Patriotisme Kromo. Hampir 10 tahun kemudian, sajak itu memperoleh SEA Write Award (Penghargaan Sastra Asia Tenggara).

Seperti sajak-sajaknya yang lain, “demokratisasi bahasa” begitu kental dalam Patriotisme Kromo. Ya, demokratisasi. Barangkali itu sebagai kata ganti untuk menyebut keberanian Darmanto dalam memasukkan keberagaman kata, bahasa, juga nama-nama dari Jawa, Indonesia, Inggris, Cina, dan juga Belanda dalam puisinya. Continue reading “Darmanto Jatman: Manusia Sudah Disapih Gusti Allah…”

Blues untuk Karna

Ganug Nugroho Adi*
http://oase.kompas.com/

(1)
AKU tak juga mengerti ketika sore itu tiba-tiba saja ia menemuiku dan mengaku sebagai ibuku. O, perempuan dengan sepasang mata kelam, siapakah dirimu?
?Aku Kunti. Akulah perempuan yang melahirkanmu bertahun lalu. Bukan Rada ibumu. Ia hanya seorang istri kusir kereta yang menemukanmu dari sungai itu.?
Aku memandang tubuhnya yang ringkih. O, bahkan namanya pun selalu samar kuhapal. Kunti. Ya, aku ingat sekarang. Continue reading “Blues untuk Karna”