Dibawa Dedemit

Goradok PR Sinabutar
http://www.hariansumutpos.com/

Padahal jarum panjang-pendek jam dindingku akan segera bercumbu sebentar lagi tepat di angka dua belas, namun, entah mengapa, aku masih betah terjaga. Bukan terjaga sebenarnya. Lebih seperti seorang kekasih yang tengah menunggu di Stasiun Kereta Api Manggarai. Menunggu datangnya sang pujaan hati dari badan kereta api baja yang bewarna orange. Hanya saja sekarang aku berada di kamar tidurku, bukan di stasiun. Pun, aku juga bukan sedang menanti kedatangan seorang wanita yang akan memeluk punggungku dan berkata manja, ?Kenapa belum tidur, Sayang.? Tapi?. Continue reading “Dibawa Dedemit”