Tiga Cerita tentang Lidah

Guntur Alam
http://www.suaramerdeka.com/

1.Kematian si Pahit Lidah
Cerita ini tentang Mak Yun, perempuan berumur yang meninggal petang Sabtu kemarin. Perempuan tua nyinyir yang terkenal tukang ber-ghibah. Gosip apa yang hendak kau tanyakan? Perihal Mang Akem yang baru saja berbini dua? Atau tentang Bi Inar yang telah pisah ranjang selama tiga purnama dengan lakinya gara-gara cemburu buta. Continue reading “Tiga Cerita tentang Lidah”

Hari Tenggelamnya van der Decken

Guntur Alam
http://www.lampungpost.com/

BANYAK cerita yang beredar tentang tenggelamnya kapal yang dikomandoi Kapten Hendrik van der Decken di Tanjung Harapan, 1641. Kapal dagang VOC yang bertolak dari Batavia dengan membawa rempah-rempah menuju Holland. Dari sekian banyak cerita yang ada, semua seolah sepakat kalau peristiwa naas itu akibat ulah Kapten Hendrik van der Decken yang bersekutu dengan iblis. Continue reading “Hari Tenggelamnya van der Decken”

Dongeng Nostradamus

Guntur Alam
Jawa Pos, 29 Jan 2012

KUPIKIR, aku belumlah gila untuk mempercayai sebuah surat yang tengah kubaca saat ini. Bayangkanlah, seseorang yang mengaku bernama Michel de Nostredame yang tinggal di sebuah kota kecil di Prancis, mengirimimu surat. Ah, mungkin tak akan jadi soal bila kau tak melihat tanggal surat itu ditulis. Apalagi cap pos yang ada di amplopnya. Tanggal penulisan surat itu, amplopnya yang sudah coklat menguning, juga kertasnya yang kecoklatan yang membawa masalah bagiku. Continue reading “Dongeng Nostradamus”

Cerita dari Segelas Kopi

Guntur Alam
http://www.lampungpost.com/

SEJAK kedatangannya di kampung ini, lelaki itu selalu duduk di teras limasnya. Teras yang menghadap ke jalan raya dan tengah kampung. Bila ditanya oleh orang-orang yang lalu lalang ke rimba karet sedang apa dirinya? Lelaki itu selalu menjawab: “Aku sedang mendengarkan cerita dari segelas kopi.” Continue reading “Cerita dari Segelas Kopi”

Jurai

Guntur Alam
http://www.lampungpost.com/

[1]

EBAKku meninggal hanya beberapa purnama saja setelah aku mengoek panjang dari rahim emak. Di pagi kelabu pada tanggal 5 Mei 1987. Pagi yang kelak kucatat sebagai pagi yang paling pekat dalam hidup. Sebuah pagi yang ternyata begitu mahadalam menentukan nasibku. Continue reading “Jurai”