PULANG KAMPUNG KE RUMAH DUNIA

Halim HD *

Baru-baru ini aku balik ke kampung halaman, Serang, Banten, diundang untuk sarasehan teater rakyat dalam acara lintas propinsi. Pada acara teater rakyat itu datang sebanyak 14 grup dari 9 propinsi di Indonesia. acaranya di alun-alun kota Serang dari tanggal 18-20 juli 2005. Kondisi alun-alun Serang sudah nggak kayak dulu, waktu saya masih sekolah rakyat Mardi Yuwana, taon 1960-an, jaman Bung Karno. Alun-alun sudah rusak, pepohonan sudah banyak yang ditumbangkan. Diganti pembangunan, namun kualitasnya buruk. Banyak orang yang menonton. Setiap malam disajikan 4-5 grup. Continue reading “PULANG KAMPUNG KE RUMAH DUNIA”

LALU BATU, LALU ANGIN, LALU WAKTU, DEBU

Wawancara Imajiner Halim HD dengan Suyatna Anirun

Pada bulan oktober 2009 yang akan datang, STB (Studiklub Teater Bandung) merayakan 50 tahun hari jadinya. untuk itu STB ingin menerbitkan buku, dan saya diminta sebagai salah satu pengisi buku itu. saya tuliskan wawancara imajiner saya dengan pak SUYATNA ANIRUN (salah satu pendiri dan sutradara STB). pengiriman melalui milis ini, dengan pertimbangan karena keterbatasan penerbitan buku itu. semoga wawancara ini bisa dinikmati. dan maaf kalau mengganggu. salam: HHD. Continue reading “LALU BATU, LALU ANGIN, LALU WAKTU, DEBU”

Semua Orang Adalah Adam

Halim H.D.
majalah.tempointeraktif.com

Teater Sanggar Merah Putih menyinggung masalah gender. Sutradara mendekatinya dengan sikap dialogis, cerdas dan dewasa.

ANDA senang kembang api? Aku dulu senang merokok. Namaku adam tanpa huruf kapital!” Penggalan kalimat-kalimatnya cerdas, lebih personal dan santai. Kita tahu, kembang api dan rokok adalah paparan problematika yang dihantarkan melalui metafora dan simbol-simbol kehidupan keseharian dalam pengalaman sosial. Continue reading “Semua Orang Adalah Adam”

Jalan Teater, Ketunggalan atau Keberagaman?

Halim HD *
Kompas, 09 Feb 2003

KENAPA teater tidak pernah surut dari kehidupan kaum muda, dan kenapa pula jalan itu yang menjadi pilihan bagi mereka untuk mencari dan menyatakan diri mereka? Hidup tampaknya bukan hanya untuk mencari pengisi sejengkal perut di antara kesulitan hidup dan jejalan iklan konsumtif yang selalu menggoda yang ada pada semua ruang. Namun, di situ pula saya menyaksikan, dengan rasa heran yang tak pernah selesai, luapan energi yang menggelegak yang tak pernah sirna dari kedalaman diri kaum muda yang menggabungkan energi mereka ke dalam berbagai grup teater: pencarian diri. Continue reading “Jalan Teater, Ketunggalan atau Keberagaman?”