Membuka Kembali Nyai Dasima

Hardiman
http://cetak.kompas.com/

Sastra Melayu Tionghoa telah lama terpinggirkan oleh arus utama (teori) sastra Indonesia. Di hadapan teori postkolonialisme, Nyai Dasima, misalnya, begitu penting sebagai obyek kajian. Nyai Dasima bukan sekadar teks yang dibangun oleh bahasa capcay, tetapi yang terpenting adalah representasi tentang kolonialisasi.

Berterima kasihlah kita kepada Bill Ashcroft, teorisi pertama yang memperkenalkan wacana postkolonial di dunia sastra. Continue reading “Membuka Kembali Nyai Dasima”