Sastra Tutur Terancam, Bahasa Lampung Terpinggirkan

Helena F. Nababan
Kompas, 23 Juni 2006

Gara-gara generasi muda Lampung enggan dan sulit mempelajari bahasa daerahnya sendiri, jumlah penutur asli semakin sedikit. Akibatnya, perkembangan sastra tutur Lampung saat ini semakin terancam.

Riagus Ria, pemerhati seni tradisi Lampung, Kamis (22/6) di Bandar Lampung mengatakan, bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan, mempelajari bahasa asli Lampung dinilai sebagai kemunduran, bahkan sebagai hal kuno. Continue reading “Sastra Tutur Terancam, Bahasa Lampung Terpinggirkan”