Tragedi Lapindo Dalam Lukisan

Heru CN
http://www.tempointeraktif.com/

Ribuan orang berkubang dalam lumpur. Wajahnya mengekspresikan kemarahan. Sabit dan cangkul diacungkan ke udara. Di awan, dua malaikat membentang kain, mengartikulasikan kemarahan mereka. Karena tambang eksplorasimu, semua ini terjadi. Sejarah, budaya, kenangan & ekonomi kami hancur & lenyap. Bayar lunas tanah, rumah, semua warga Porong Sidoarjo yang tenggelam, dengan adil?, begitu tetulis pada kain yang dibentang dua malaikat itu. Continue reading “Tragedi Lapindo Dalam Lukisan”

Aura Candi Seribu Buddha

Heru C.N.
http://majalah.tempointeraktif.com/

Pada mulanya Borobudur adalah bangunan suci untuk peribadatan. Spiritualitas apa yang bisa digali untuk masa depan?
AURA spiritual Borobudur pernah menjadi magnet bagi masyarakat. Seorang pengamat budaya Jawa, Suryanto Sastroatmodjo, menggambarkan kuil tersebut sebagai obyek turisme sekaligus ziarah spiritual pada 1950-an. Dalam bukunya Menyingkap Tabir Misteri Borobudur, ia melukiskan fragmen-fragmen yang menyentuh di hari-hari tertentu. Sekelompok pengunjung dari berbagai usia bertafakur berjam-jam di kaki candi, lalu berjam-jam pula menyusun jari sesembahan di antara stupa-stupa besar. Kadang ada peziarah yang bertafakur dengan air mata menetes. Kadang ada sepasang suami-istri yang menciumi stupa berbentuk genta seraya menatap keteduhan dan kedamaian wajah sang Buddha. Continue reading “Aura Candi Seribu Buddha”

Menyatukan Dunia Lewat Gamelan

Heru CN
http://www.korantempo.com/

Suntuk bergaul dengan gamelan sejak kecil hingga menggelar festival gamelan.

“Kenal Sapto Rahardjo?” tanya lelaki kurus berambut putih sebahu. “Tidak,” jawab Fadil Ikram, 9 tahun. Siswa kelas IV SD Muhammadiyah, Kalasan, Yogyakarta, itu baru saja melantunkan lagu Anoman Obong. “Wah, ternyata aku ini tidak terkenal,” kata lelaki berambut putih yang bernama Sapto Rahardjo itu sembari tertawa kecut. Continue reading “Menyatukan Dunia Lewat Gamelan”