Mengarang untuk Jadi Pengarang?

I Nyoman Suaka
http://www.balipost.co.id

Pelajaran mengarang kini memasuki babak baru. Untuk pertama kali dalam Ujian Akhir Nasional (UAN) tahun pelajaran 2002/2003, pelajaran mengarang dipraktikkan di tingkat SLTP, SMU dan SMK. Siswa sempat kaget menerima kenyataan ini. Mengarang, dinilai oleh beberapa siswa sangat sulit. Tak ubahnya seperti pelajaran matematika, yang memang sebagian besar tidak diminati oleh siswa. Continue reading “Mengarang untuk Jadi Pengarang?”

Pengajaran Sastra seperti Era Kolonial perlu Dibangkitkan?

I Nyoman Suaka
http://www.balipost.co.id/

Tak semua pendidikan zaman kolonial menjengkelkan. Salah satu bidang pengajaran yang dapat diambil hikmahnya adalah di bidang pengajaran kesusastraan. Di era kolonialisme itu pengajaran sastra di sekolah mendapat prioritas pertama dan utama. Dalam rangka pengajaran yang berbasis kompetensi, maka revisi kurikulum sastra yang sedang digodok saat ini akan meniru pola lama pengajaran sastra zaman Belanda. Continue reading “Pengajaran Sastra seperti Era Kolonial perlu Dibangkitkan?”

Sastra Etnis Tionghoa Pengaruhi Sastra Indonesia Modern?

I Nyoman Suaka
http://www.balipost.co.id/

Masyarakat etnis Tionghoa yang kini sedang merayakan Imlek (1 Februari 2003), ternyata memiliki tradisi besar dalam bidang kesusastraan, Tidak saja populernya cerita Sam Pek Ing Tay dan cerita silat Ko Ping Ho, namun juga keberadaan sastra Melayu Tionghoa disebut-sebut sebagai cikal bakal lahirnya kesusastraan Indonesia Modern. Mengapa demikian? Continue reading “Sastra Etnis Tionghoa Pengaruhi Sastra Indonesia Modern?”